Synology Catat Tingkat Rekomendasi Pengguna Capai 98% di Sektor Proteksi Data
Jum'at, 15 Mei 2026 - 18:22 WIB
loading...
Synology diakui sebagai Strong Performer di pasar solusi backup dan perlindungan data. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan penyedia solusi penyimpanan dan perlindungan data global Synology mencatatkan tingkat kesediaan pengguna untuk merekomendasikan produknya mencapai 98% dalam laporan 2026 Gartner Voice of the Customer for Backup and Data Protection Platforms. Dalam laporan tersebut, Synology juga diakui sebagai "Strong Performer" di pasar solusi backup dan perlindungan data.
"Pengakuan Synology dalam laporan ini menunjukkan momentum kuat yang telah dibangun ActiveProtect sejak peluncuran," kata Executive Vice President Synology Data Protection Group Jia-Yu Liu dalam keterangan tertulis pada Jumat (15/5/2026).
Baca Juga: Tetap Fit di Tengah Perubahan Cuaca: Pentingnya Asupan Nutrisi untuk Proteksi Tubuh
Menurut Jia-Yu, meningkatnya ancaman siber dan kompleksitas infrastruktur teknologi informasi membuat dunia usaha membutuhkan sistem perlindungan data yang lebih sederhana dan efisien. ActiveProtect dikembangkan sebagai solusi backup terintegrasi untuk menggantikan pendekatan perlindungan data konvensional yang terpisah-pisah.
Synology menyebut solusi perlindungan datanya saat ini telah melindungi lebih dari 31 juta enterprise workloads di seluruh dunia. Berdasarkan laporan Gartner tersebut, Synology memperoleh rating kumulatif 4,9 dari skala 5 berdasarkan ulasan 55 pengguna korporasi terverifikasi hingga 31 Desember 2025.
Di Indonesia, kebutuhan terhadap sistem perlindungan data dinilai semakin meningkat seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri. Ketergantungan dunia usaha terhadap data untuk mendukung operasional, layanan pelanggan, dan keberlangsungan bisnis turut mendorong permintaan terhadap solusi keamanan siber dan pemulihan data.
Indonesia Country Manager Synology Clara Hsu mengatakan proses backup kini tidak lagi hanya sebatas membuat salinan data. Menurut dia, perusahaan juga harus memastikan data dapat dipulihkan dengan cepat, aman, dan tetap otentik saat terjadi insiden siber.
Baca Juga: UNEJ Buka Prodi Baru S1 Sains Data, Siap Cetak Ahli Big Data dan AI
Sebab itu, Synology mendorong penerapan strategi backup 3-2-1-1-0 yang mencakup tiga salinan data, dua jenis media penyimpanan berbeda, satu salinan di lokasi terpisah, dan satu salinan offline atau immutable. Pendekatan tersebut dinilai penting bagi sektor finansial, pemerintahan, manufaktur, pendidikan, kesehatan, hingga layanan publik yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap data.
Synology optimistis dapat memperkuat penetrasi pasar perlindungan data di Indonesia. Solusi tersebut dilengkapi fitur immutable backup, air-gapped, dan verifikasi otomatis yang dirancang mendukung berbagai ekosistem digital mulai dari endpoint, server, virtual machine, database, hingga lingkungan hybrid berbasis cloud dan on-premises.
"Pengakuan Synology dalam laporan ini menunjukkan momentum kuat yang telah dibangun ActiveProtect sejak peluncuran," kata Executive Vice President Synology Data Protection Group Jia-Yu Liu dalam keterangan tertulis pada Jumat (15/5/2026).
Baca Juga: Tetap Fit di Tengah Perubahan Cuaca: Pentingnya Asupan Nutrisi untuk Proteksi Tubuh
Menurut Jia-Yu, meningkatnya ancaman siber dan kompleksitas infrastruktur teknologi informasi membuat dunia usaha membutuhkan sistem perlindungan data yang lebih sederhana dan efisien. ActiveProtect dikembangkan sebagai solusi backup terintegrasi untuk menggantikan pendekatan perlindungan data konvensional yang terpisah-pisah.
Synology menyebut solusi perlindungan datanya saat ini telah melindungi lebih dari 31 juta enterprise workloads di seluruh dunia. Berdasarkan laporan Gartner tersebut, Synology memperoleh rating kumulatif 4,9 dari skala 5 berdasarkan ulasan 55 pengguna korporasi terverifikasi hingga 31 Desember 2025.
Di Indonesia, kebutuhan terhadap sistem perlindungan data dinilai semakin meningkat seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri. Ketergantungan dunia usaha terhadap data untuk mendukung operasional, layanan pelanggan, dan keberlangsungan bisnis turut mendorong permintaan terhadap solusi keamanan siber dan pemulihan data.
Indonesia Country Manager Synology Clara Hsu mengatakan proses backup kini tidak lagi hanya sebatas membuat salinan data. Menurut dia, perusahaan juga harus memastikan data dapat dipulihkan dengan cepat, aman, dan tetap otentik saat terjadi insiden siber.
Baca Juga: UNEJ Buka Prodi Baru S1 Sains Data, Siap Cetak Ahli Big Data dan AI
Sebab itu, Synology mendorong penerapan strategi backup 3-2-1-1-0 yang mencakup tiga salinan data, dua jenis media penyimpanan berbeda, satu salinan di lokasi terpisah, dan satu salinan offline atau immutable. Pendekatan tersebut dinilai penting bagi sektor finansial, pemerintahan, manufaktur, pendidikan, kesehatan, hingga layanan publik yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap data.
Synology optimistis dapat memperkuat penetrasi pasar perlindungan data di Indonesia. Solusi tersebut dilengkapi fitur immutable backup, air-gapped, dan verifikasi otomatis yang dirancang mendukung berbagai ekosistem digital mulai dari endpoint, server, virtual machine, database, hingga lingkungan hybrid berbasis cloud dan on-premises.
(nng)
Lihat Juga :