Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian
Jum'at, 15 Mei 2026 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Sementara pada kunjungan ke MAZ, kedua pihak membahas peluang kerja sama pengembangan kendaraan komersial, bus, dan kendaraan industri, termasuk potensi perakitan lokal (local assembly), transfer teknologi, hingga pengembangan kendaraan rendah emisi.
Adapun dalam pertemuan dengan BelAZ Holding Company, pembahasan difokuskan pada peluang penguatan kerja sama sektor alat berat pertambangan. Kedua negara menjajaki pengembangan ekosistem pemeliharaan, perakitan lokal, serta potensi rantai pasok ban kendaraan berat berbasis karet alam Indonesia.
Baca Juga: Musim Haji Bikin Rupiah Ambruk ke Rp17.425, Airlangga: Demand Dolar Meningkat
Belarus sendiri memiliki basis manufaktur yang kuat dengan kontribusi sektor industri mencapai sekitar 20,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024. Negara tersebut juga dikenal memiliki tingkat swasembada pangan hingga 96% berkat pengembangan agroindustri dan mekanisasi pertanian modern.
Pemerintah Indonesia menilai kerja sama tersebut dapat mendukung agenda industrialisasi nasional sekaligus memperkuat efisiensi sektor pertambangan dan pertanian. Selain itu, kunjungan ini diharapkan menjadi tindak lanjut konkret hasil SKB ke-8 RI–Belarus serta memperkuat persiapan rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada masa mendatang.
Adapun dalam pertemuan dengan BelAZ Holding Company, pembahasan difokuskan pada peluang penguatan kerja sama sektor alat berat pertambangan. Kedua negara menjajaki pengembangan ekosistem pemeliharaan, perakitan lokal, serta potensi rantai pasok ban kendaraan berat berbasis karet alam Indonesia.
Baca Juga: Musim Haji Bikin Rupiah Ambruk ke Rp17.425, Airlangga: Demand Dolar Meningkat
Belarus sendiri memiliki basis manufaktur yang kuat dengan kontribusi sektor industri mencapai sekitar 20,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024. Negara tersebut juga dikenal memiliki tingkat swasembada pangan hingga 96% berkat pengembangan agroindustri dan mekanisasi pertanian modern.
Pemerintah Indonesia menilai kerja sama tersebut dapat mendukung agenda industrialisasi nasional sekaligus memperkuat efisiensi sektor pertambangan dan pertanian. Selain itu, kunjungan ini diharapkan menjadi tindak lanjut konkret hasil SKB ke-8 RI–Belarus serta memperkuat persiapan rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada masa mendatang.
(nng)
Lihat Juga :