Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian

Jum'at, 15 Mei 2026 - 20:07 WIB
loading...
Airlangga Kunjungi Belarus,...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan kerja di Minsk, Belarus. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus memperluas peluang kerja sama perdagangan dan industri dengan kawasan Eurasia melalui skema Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjajaki potensi industri strategis Belarus guna mendukung kebutuhan nasional di sektor alat berat, kendaraan komersial, hingga modernisasi pertanian.

"Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan kerja di Minsk, Belarus, melalui keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga: Ekonomi RI 5,61% Tertinggi di G20, Airlangga Akui Berkat Momentum Ramadan dan Lebaran

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus bidang kerja sama perdagangan, ekonomi, dan teknik. Dalam agenda tersebut, Airlangga memenuhi undangan Deputi Perdana Menteri Belarus untuk meninjau sejumlah industri utama bersama Wakil Menteri Industri Belarus Leonid Ryzkovsky.

Perusahaan yang dikunjungi meliputi Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ atau Minsk Automobile Plant, serta BelAZ Holding Management Company. Ketiga perusahaan tersebut dikenal sebagai basis industri manufaktur Belarus yang unggul di sektor alat berat, kendaraan komersial, dan mekanisasi pertanian modern.



Pada kunjungan ke MTZ, Airlangga meninjau pengembangan teknologi traktor dan mesin pertanian yang dinilai berpotensi mendukung program ketahanan pangan nasional dan pengembangan food estate di Indonesia. MTZ juga menawarkan pelatihan dan transfer teknologi serta menyatakan kesiapan menyesuaikan spesifikasi alat sesuai kebutuhan Indonesia.

Sementara pada kunjungan ke MAZ, kedua pihak membahas peluang kerja sama pengembangan kendaraan komersial, bus, dan kendaraan industri, termasuk potensi perakitan lokal (local assembly), transfer teknologi, hingga pengembangan kendaraan rendah emisi.

Adapun dalam pertemuan dengan BelAZ Holding Company, pembahasan difokuskan pada peluang penguatan kerja sama sektor alat berat pertambangan. Kedua negara menjajaki pengembangan ekosistem pemeliharaan, perakitan lokal, serta potensi rantai pasok ban kendaraan berat berbasis karet alam Indonesia.

Baca Juga: Musim Haji Bikin Rupiah Ambruk ke Rp17.425, Airlangga: Demand Dolar Meningkat

Belarus sendiri memiliki basis manufaktur yang kuat dengan kontribusi sektor industri mencapai sekitar 20,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024. Negara tersebut juga dikenal memiliki tingkat swasembada pangan hingga 96% berkat pengembangan agroindustri dan mekanisasi pertanian modern.

Pemerintah Indonesia menilai kerja sama tersebut dapat mendukung agenda industrialisasi nasional sekaligus memperkuat efisiensi sektor pertambangan dan pertanian. Selain itu, kunjungan ini diharapkan menjadi tindak lanjut konkret hasil SKB ke-8 RI–Belarus serta memperkuat persiapan rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada masa mendatang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Rekomendasi
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap yang Menjerat Bupati dan Sekda Kuansing
Berita Terkini
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Tegaskan Komitmen Tata Kelola Guna Jaga Kepercayaan Nasabah
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved