Trump-Xi Jinping Bertemu Tanpa Kesepakatan Logam Tanah Jarang, Perang Dagang Masih Membayangi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:41 WIB
loading...
Trump-Xi Jinping Bertemu...
Presiden Donald Trump menghadiri upacara penyambutan bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping di Aula Rakyat, Kamis, 14 Mei 2026, di Beijing. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Pertemuan tingkat tinggi antara Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing berakhir tanpa kesepakatan terkait logam tanah jarang, isu krusial dalam hubungan dagang kedua negara. Kegagalan tersebut menegaskan masih kuatnya perbedaan struktural antara dua ekonomi terbesar dunia.

"China masih memperlambat proses pada beberapa lisensi ekspor logam tanah jarang, sehingga kami harus turun tangan untuk membantu perusahaan yang terdampak," ujar Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dalam wawancara dengan Bloomberg TV, di sela pertemuan dikutip dari US News, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Pertemuan Xi Jinping dan Trump Gagal Buat Terobosan Perang Iran, Ini 3 Faktanya

Pertemuan yang berlangsung pada 14–15 Mei itu menjadi kunjungan kenegaraan pertama Presiden AS ke China sejak 2017. Meski media pemerintah China menyoroti suasana positif, perbedaan substansi terlihat dari hasil pernyataan resmi kedua pihak, terutama terkait isu rantai pasok mineral strategis yang tidak banyak disinggung oleh Beijing.



Logam tanah jarang menjadi salah satu isu utama menjelang pertemuan tersebut. Namun, minimnya pembahasan publik dari pihak China dipandang sebagai sinyal bahwa negosiasi belum mencapai titik temu. Padahal, komoditas ini sangat penting bagi industri teknologi tinggi, energi bersih, hingga pertahanan.

Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), China menguasai sekitar 91% kapasitas pemurnian logam tanah jarang global. Dominasi ini mendorong Amerika Serikat mempercepat upaya diversifikasi rantai pasok untuk mengurangi ketergantungan terhadap China.

Baca Juga: Trump dan Xi Jinping Gagal Sepakati Jalan untuk Akhiri Perang AS vs Iran

Pemerintah AS bahkan membentuk tim khusus di lingkungan Pentagon guna merancang skema pembiayaan inovatif bagi proyek-proyek pengembangan sumber alternatif. Langkah ini mencakup investasi ekuitas, jaminan harga jangka panjang, hingga komitmen pembelian untuk menarik minat investor global.

Selain itu, AS juga mulai memperkuat proyek domestik, termasuk kerja sama pengolahan mineral dari tambang di Montana serta akuisisi perusahaan tambang di Brasil oleh perusahaan Amerika. Namun, para pelaku industri mengakui bahwa kemandirian penuh dari pasokan China masih membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Hasil pertemuan Trump–Xi lebih mengarah pada upaya menjaga stabilitas hubungan ketimbang menyelesaikan akar persoalan. Dengan tenggat pembatasan ekspor China yang akan berakhir dalam beberapa bulan ke depan, isu logam tanah jarang diperkirakan tetap menjadi sumber tekanan utama dalam dinamika perdagangan global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Rekomendasi
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Berita Terkini
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved