Korporasi Perlu Perkuat Tata Kelola Antisipasi Risiko Sistem AI

Senin, 18 Mei 2026 - 14:08 WIB
loading...
Korporasi Perlu Perkuat...
Lonjakan adopsi teknologi ini dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan pengawasan dan pengendalian risiko yang memadai. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Zentara Labs merilis laporan terbaru yang menyoroti meningkatnya risiko keamanan siber dan tantangan tata kelola seiring berkembangnya sistem kecerdasan buatan (AI) otonom di lingkungan perusahaan. Di Indonesia, lonjakan adopsi teknologi ini dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan pengawasan dan pengendalian risiko yang memadai.

"Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara cara sistem AI bekerja dengan kemampuan perusahaan dalam memantau serta mengelola risikonya," kata Co-Founder dan CEO Zentara, Regal Rauniyar Star dalam keterangan pers, Senin (18/5/2026).

Baca Juga: AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik

Laporan bertajuk 'SAFE-AGENT: An Agentic AI Security Framework for the Enterprise and Public Sector' mengungkap bahwa pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi dan otomatisasi bisnis terus meluas. Namun, banyak organisasi dinilai belum memiliki sistem perlindungan dan tata kelola yang cukup untuk mengantisipasi risiko yang ditimbulkan.

Dalam laporan tersebut, AI disebut mulai beroperasi dengan tingkat kemandirian yang melampaui pendekatan keamanan tradisional. Hal ini memunculkan tantangan baru terkait pengawasan, kontrol, serta akuntabilitas dalam operasional perusahaan berbasis teknologi.



President Zentara, Darian Kuswanto, menilai perusahaan perlu menggeser fokus dari sekadar mengejar kemampuan teknologi menuju pengelolaan AI yang lebih komprehensif. “Membangun pemahaman mengenai tata kelola AI sejak dini akan menjadi langkah penting, tidak hanya untuk mengelola risiko, tetapi juga menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Perusahaan Hadapi Tantangan...
Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital
Investasi AI Diproyeksikan...
Investasi AI Diproyeksikan Sumbang Rp6.481 Triliun ke PDB RI pada 2030
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Rekomendasi
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
FITK UIN Sunan Kalijaga...
FITK UIN Sunan Kalijaga Borong 6 Penghargaan Bergengsi di PD-PGMI Indonesia Award 2026
Kolonel BU Diduga Terlibat...
Kolonel BU Diduga Terlibat Korupsi Tata Kelola MBG, Mabes TNI Koordinasi dengan Kejagung
Berita Terkini
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan KKP Perkuat Penyediaan Energi bagi Nelayan
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Infografis
Jerman akan Beli Sistem...
Jerman akan Beli Sistem Arrow 3 untuk Antisipasi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved