Indodax Dorong Generasi Muda Mulai Investasi di Tengah Maraknya Pinjol
Rabu, 20 Mei 2026 - 10:25 WIB
loading...
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Maraknya penggunaan pinjaman online (pinjol) dan layanan buy now pay later (BNPL) di kalangan generasi muda dinilai meningkatkan risiko terhadap kesehatan finansial. Kondisi ini mendorong perlunya perubahan perilaku keuangan, termasuk membangun kebiasaan investasi secara rutin sejak dini.
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan tingginya penggunaan layanan kredit digital menunjukkan adanya ketimpangan antara pola konsumsi dengan kesiapan finansial jangka panjang.
"Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi dan layanan keuangan digital. Namun di saat yang sama, banyak yang belum memiliki kebiasaan mengelola keuangan secara konsisten," ujarnya seperti dikutip, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Bitcoin Pizza Day 2026, Indodax Pastikan Industri Kripto Kian Matang
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 48,65 persen kredit macet pinjaman online per Maret 2026 berasal dari kelompok usia 19–34 tahun. Pada periode yang sama, outstanding pinjol nasional mencapai Rp101,03 triliun atau tumbuh 26,25 persen secara tahunan, sementara total utang BNPL mencapai Rp28,3 triliun dari 30,81 juta pengguna.
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan tingginya penggunaan layanan kredit digital menunjukkan adanya ketimpangan antara pola konsumsi dengan kesiapan finansial jangka panjang.
"Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi dan layanan keuangan digital. Namun di saat yang sama, banyak yang belum memiliki kebiasaan mengelola keuangan secara konsisten," ujarnya seperti dikutip, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Bitcoin Pizza Day 2026, Indodax Pastikan Industri Kripto Kian Matang
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 48,65 persen kredit macet pinjaman online per Maret 2026 berasal dari kelompok usia 19–34 tahun. Pada periode yang sama, outstanding pinjol nasional mencapai Rp101,03 triliun atau tumbuh 26,25 persen secara tahunan, sementara total utang BNPL mencapai Rp28,3 triliun dari 30,81 juta pengguna.
Lihat Juga :