BI Targetkan QRIS Terhubung ke India hingga Timor Leste Tahun Ini

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:47 WIB
loading...
BI Targetkan QRIS Terhubung...
BI membidik perluasan jangkauan kerja sama sistem pembayaran digital berbasis kode respons cepat (QRIS) lintas negara. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) tengah membidik perluasan jangkauan kerja sama sistem pembayaran digital berbasis kode respons cepat (QRIS) ke Timor Leste pada tahun 2026.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta memaparkan bahwa cetak biru interkoneksi pembayaran digital antarnegara akan terus diperlebar setelah sebelumnya sukses menghubungkan ekosistem QRIS dengan jaringan pembayaran di Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.

"Ke depan kami akan memperluas QRIS cross border. Pada 2026 ditargetkan dengan India, Hong Kong, dan juga Timor Leste," ujar Filianingsih dalam taklimat media hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Mei 2026, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Pembayaran QRIS Bisa Dipakai di China, Peluang Baru bagi UMKM

Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari akselerasi perluasan interkoneksi transaksi lintas batas negara (cross-border), sekaligus menjaga agar mesin pertumbuhan ekonomi digital domestik tetap melaju kencang di tengah guncangan geopolitik global.

Otoritas moneter menilai pembentukan interkoneksi QRIS antarnegara ini memiliki fungsi vital untuk mempermudah lalu lintas transaksi para pelancong mancanegara, memperlancar rantai pasok perdagangan bilateral, hingga membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha di kawasan regional.

Keandalan sistem pembayaran digital nirsentuh ini juga diposisikan sebagai jangkar penopang stabilitas ekonomi nasional dari rembesan risiko perang di Timur Tengah. Dalam pengumuman hasil RDG Mei 2026, BI menggarisbawahi bahwa arah kebijakan sistem pembayaran akan tetap didesain untuk menyokong pertumbuhan ekonomi (pro-growth).

Strategi pelonggaran di sektor digital ini berjalan beriringan di tengah langkah ketat bank sentral yang baru saja mengerek suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,25% demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.



Gubernur BI, Perry Warjiyo menambahkan bahwa realisasi perluasan jaringan QRIS dengan menggandeng kekuatan ekonomi besar seperti China merupakan salah satu tonggak pencapaian penting dalam memperkuat arsitektur sistem pembayaran di kawasan Asia. "Pelaksanaan QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok dilakukan sebagai upaya perluasan konektivitas pembayaran digital lintas negara," jelas Perry.

Di samping gencar berekspansi ke pasar internasional, Bank Indonesia juga terus memperdalam penetrasi digitalisasi di pasar dalam negeri. Bank sentral meluncurkan program kampanye QRIS Jelajah Indonesia 2026 dengan memasang target ambisius untuk merangkul hingga 47 juta merchant terdaftar pada tahun depan.

Baca Juga: Tok! BI Menaikkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,25%, Mampukah Selamatkan Rupiah?

Program ini difokuskan untuk mendongkrak digitalisasi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah-daerah. Arah kebijakan ini diperkuat oleh performa riil di lapangan yang menunjukkan minat masyarakat terhadap adopsi pembayaran nontunai masih sangat tinggi.

Berdasarkan data operasional terbaru BI per April 2026, volume transaksi QRIS secara nasional berhasil mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 108,43 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan eksponensial ini dipicu oleh tren kenaikan basis jumlah pengguna aktif serta penambahan sebaran merchant baru di berbagai daerah secara konsisten.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%,  Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Rekomendasi
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
Lewat Buku, Saddam Permana...
Lewat Buku, Saddam Permana Bongkar Kisah Masa Lalunya
Berita Terkini
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved