Bahlil Pastikan Tak Ada Pemangkasan Kuota Ekspor Gas KKKS

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:34 WIB
loading...
Bahlil Pastikan Tak...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada pemotongan kuota ekspor gas pada tahun 2026. Kepastian ini disampaikan untuk memberikan keyakinan kepada pelaku industri hulu migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Dalam pembukaan ajang IPA Convex 2026 di Tangerang, Banten, Rabu (20/5), Bahlil menegaskan seluruh usulan ekspor gas yang telah dikontrakkan ke pasar luar negeri sudah mendapat persetujuan pemerintah.

"2026 tidak akan ada lagi pemotongan kuota ekspor untuk market ataupun yang sudah dikontrakkan ke luar negeri. Jadi nggak perlu ada kekhawatiran lagi. Semuanya sudah saya setuju untuk ekspornya semua," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: SKK Migas Sesuaikan Pelaporan NGL, Lifting Minyak Berpotensi Tambah 11.693 BPH

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kepastian usaha dan meningkatkan daya tarik investasi sektor hulu migas. Pemerintah ingin memastikan kontrak yang telah disepakati dengan pembeli luar negeri tetap berjalan tanpa gangguan.



Selain memberi kepastian terkait ekspor gas, Bahlil juga meminta SKK Migas mempercepat proses perizinan di sektor hulu migas agar proyek-proyek strategis dapat segera berjalan.

Baca Juga: Bahlil Jamin Tak Ada Kenaikan Harga BBM

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong keterlibatan pengusaha daerah dalam rantai bisnis migas. Bahlil meminta agar kontraktor lokal diberi ruang lebih besar untuk terlibat dalam proyek di wilayah masing-masing selama memenuhi standar profesionalisme.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah turut menyaksikan penandatanganan delapan Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja (WK) Migas hasil lelang 2025, yakni WK Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena.

Pemerintah juga mengumumkan terdapat 118 area potensial blok migas baru yang terdiri dari 25 area telah ditandatangani, 43 area dalam tahap studi bersama, dan 50 area potensial lain yang akan ditawarkan melalui studi maupun akuisisi data baru.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga kontribusi sektor migas terhadap perekonomian di tengah tantangan global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Rekomendasi
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved