Misbakhun Optimistis DSI Perkuat Transparansi Ekspor dan Jaga Kepercayaan Investor

Jum'at, 22 Mei 2026 - 14:28 WIB
loading...
Misbakhun Optimistis...
Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai dapat menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola ekspor nasional. Foto: Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi langkah penting pemerintah dalam memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam nasional. Menurutnya, kehadiran DSI tidak hanya akan memperkuat transparansi dan pengawasan perdagangan komoditas, tetapi juga meningkatkan kepastian usaha sehingga mampu menjaga kepercayaan investor dan memperkuat penerimaan negara dari sektor ekspor.

"Dengan memperkuat tata kelola ekspor, jaminan pengawasan, ini tentu juga akan menjaga iklim investasi, dan ini akan positif buat pemasukan negara," kata Misbakhun di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Misbakhun menyoroti praktik under-invoicing atau pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya menjadi salah satu tantangan serius dalam tata kelola perdagangan sumber daya alam Indonesia. Kondisi tersebut, kata Misbakhun, menyebabkan potensi penerimaan negara berkurang. Ia menilai kondisi itu membuat devisa hasil ekspor menjadi tidak optimal masuk ke dalam negeri.

Baca Juga : Rosan Benarkan Luke Thomas Mahony Bakal Pimpin Danantara Sumberdaya, BUMN Khusus Ekspor

"Untuk itu, pembentukan DSI ini dapat menjadi solusi untuk memperkuat pengawasan, transparansi, dan integrasi data ekspor nasional. DSI harus menjadi instrumen negara untuk memastikan tata kelola ekspor sumber daya alam berjalan lebih akuntabel dan transparan. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, praktik under-invoicing dapat ditekan sehingga potensi penerimaan negara dan devisa ekspor bisa lebih maksimal,” ujar politisi Golkar ini.

Lebih lanjut, Misbakhun menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kaya sumber daya alam memiliki potensi devisa yang sangat besar dari sektor ekspor mineral, batu bara, energi, hingga perkebunan. Namun selama ini, menurutnya, masih terdapat celah dalam sistem perdagangan dan pelaporan ekspor yang menyebabkan nilai ekspor tidak tercatat secara optimal. Melalui DSI, Misbakhun berharap pemerintah mampu membangun mekanisme pengawasan dan tata niaga yang lebih kuat agar seluruh potensi tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

Selain memperkuat pengawasan, Misbakhun menyebut DSI juga dapat meningkatkan posisi tawar Indonesia di pasar global. Legislator Partai Golkar dari Dapil Jawa Timur II itu yakin bahwa dengan pengelolaan ekspor yang lebih profesional dan terkoordinasi, Indonesia dapat memastikan harga komoditas lebih kompetitif dan memberikan nilai tambah lebih besar bagi negara. Misbakhun berharap hal tersebut juga berdampak pada peningkatan cadangan devisa nasional serta memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

“Ketika devisa hasil ekspor dapat masuk lebih optimal ke dalam negeri, maka ketahanan ekonomi kita akan semakin kuat. Ini penting untuk menjaga stabilitas fiskal, memperkuat cadangan devisa, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia,” katanya.

Baca Juga : Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Terbentuk, Rosan: Hilangkan Potensi Uang Gelap

Misbakhun mengimbau para pelaku usaha dan investor tidak memandang negatif pembentukan DSI. Ia menegaskan langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun tata kelola perdagangan sumber daya alam yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.

Misbakhun juga optimistis, apabila dijalankan secara profesional dengan prinsip good governance, DSI justru akan memperkuat iklim investasi karena menciptakan kepastian dan kredibilitas dalam sistem ekspor nasional.

“Investor membutuhkan kepastian dan tata kelola yang sehat. Jika pemerintah mampu memastikan DSI berjalan profesional dan transparan, maka kepercayaan pasar akan semakin kuat dan Indonesia akan semakin kompetitif sebagai tujuan investasi global,” kata Misbakhun.

Sebelumnya Chief Executive Officer Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan bahwa pembentukan DSI bertujuan memperkuat transparansi transaksi ekspor sumber daya alam nasional. Pembentukan entitas baru ini menurut Rosan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki tata kelola perdagangan komoditas sumber daya alam supaya lebih terbuka dan akuntabel.

"Selama ini dalam kurun waktu sekian lama kita lihat dari data yang disampaikan oleh Bapak Presiden dari World Bank, begitu tingginya under-invoicing dan transfer pricing terhadap komoditas-komoditas kita," kata Rosan.

Rosan menjelaskan adanya DSI dapat mencegah potensi ‘uang gelap’ serta meningkatkan transparansi dalam transaksi ekspor sumber daya alam nasional. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan prinsip Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang menekankan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas perdagangan internasional.

"Ini in line dengan OECD principles yang di mana kita ingin menjunjung tinggi governance, transparency, dan accountability sehingga tidak lagi terjadi potensi-potensi adanya 'uang gelap' istilah saya 'uang gelap'," ujar Rosan.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Rekomendasi
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Kecanggihan 12 Pesawat...
Kecanggihan 12 Pesawat Latih Tempur Leonardo M-346 F Block 20 yang Dibeli Kemhan
Berita Terkini
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved