FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Mentan Amran menambahkan pengalaman masa lalu menjadi pelajaran penting bahwa ketahanan pangan bukan hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi nasional.
“Kalau kebutuhan dalam negeri aman dan stok kuat, Indonesia harus berani mengambil peran lebih besar. Kita tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga harus siap membantu negara sahabat yang membutuhkan,” ujar Mentan Amran.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI terkait penyerapan gabah pada 19 Mei 2026 menyampaikan bahwa penguatan stok dan peningkatan produksi menjadi modal penting Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Hingga 18 Mei 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Bulog tercatat mencapai sekitar 5,37 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia modern.
“Stok kita melimpah, sudah 5,3 juta ton. Potensi produksi dan serapan ke depan juga masih sangat besar,” ujar Wamentan Sudaryono.
Menurut Wamentan, cadangan pangan nasional yang terus menguat tidak hanya berfungsi menjaga kebutuhan masyarakat di dalam negeri, tetapi juga memberi peluang bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama pangan dengan negara lain secara terukur.
Indonesia sebelumnya mulai membuka pasar baru melalui pengiriman beras premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp38 miliar ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 ribu ton kepada Palestina sebagai bentuk solidaritas Indonesia terhadap krisis kemanusiaan.
“Kita sudah kirim 10 ribu ton beras ke Palestina, ke Arab Saudi sekitar 2.000 ton. Ke depan, kita berharap bukan hanya jemaah Indonesia saat haji dan umrah yang mengonsumsi beras RI, tetapi juga jemaah negara lain,” ujarnya.
“Kalau kebutuhan dalam negeri aman dan stok kuat, Indonesia harus berani mengambil peran lebih besar. Kita tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga harus siap membantu negara sahabat yang membutuhkan,” ujar Mentan Amran.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI terkait penyerapan gabah pada 19 Mei 2026 menyampaikan bahwa penguatan stok dan peningkatan produksi menjadi modal penting Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Hingga 18 Mei 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Bulog tercatat mencapai sekitar 5,37 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia modern.
“Stok kita melimpah, sudah 5,3 juta ton. Potensi produksi dan serapan ke depan juga masih sangat besar,” ujar Wamentan Sudaryono.
Menurut Wamentan, cadangan pangan nasional yang terus menguat tidak hanya berfungsi menjaga kebutuhan masyarakat di dalam negeri, tetapi juga memberi peluang bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama pangan dengan negara lain secara terukur.
Indonesia sebelumnya mulai membuka pasar baru melalui pengiriman beras premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp38 miliar ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 ribu ton kepada Palestina sebagai bentuk solidaritas Indonesia terhadap krisis kemanusiaan.
“Kita sudah kirim 10 ribu ton beras ke Palestina, ke Arab Saudi sekitar 2.000 ton. Ke depan, kita berharap bukan hanya jemaah Indonesia saat haji dan umrah yang mengonsumsi beras RI, tetapi juga jemaah negara lain,” ujarnya.
Lihat Juga :