Dukung PEN, PTPN V Tingkatkan Produksi Sawit

Senin, 21 September 2020 - 09:35 WIB
loading...
Dukung PEN, PTPN V Tingkatkan...
Foto: dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara yang berlokasi di Provinsi Riau, berhasil meningkatkan produksi tandan buah segar sawit (TBS), mencapai rata-rata 23,9 ton per hektare. Tingkat produksi TBS sebesar itu adalah tertinggi sepanjang perusahaan berdiri selama 24 tahun.

CEO PTPN V Jatmiko K Santosa mengatakan, pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia tidak menjadi penghalang bagi karyawan dan perusahaan untuk terus produktif dalam mencapai kinerja yang optimal. Hal itu sebagai wujud kontribusi perusahaan dalam membantu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah. (Baca: DPR Akan Bahas Perppu Pilkada Jilid II)

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi TBS tahun ini dan seterusnya. Prestasi tersebut adalah buah komitmen manajemen dan karyawan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional yang dicanangkan pemerintah dalam mengatasi perlambatan ekonomi akibat Covid-19,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Menurut dia, mulai pulihnya harga jual CPO yang terus beranjak naik pada paruh kedua tahun ini tentunya berdampak positif pada pendapatan perusahaan. Jatmiko optimistis hingga akhir tahun ini selain mampu menjaga tingkat produksi sebesar 24,24 ton per hektare, pendapatan perusahaan diprediksi bisa mencapai Rp4,8 triliun, tumbuh 16,25 % dari pendapatan tahun lalu.

Jatmiko menambahkan, target pendapatan sebesar itu tidak seluruhnya bersumber dari kebun milik PTPN V sendiri. Sekitar 40% dikontribusikan dari kebun sawit milik rakyat, baik yang menjadi mitra plasma PTPN V maupun petani swadaya. Sinergi itu sejalan dengan upaya perusahaan membantu memulihkan perekonomian setempat, dengan meningkatkan kesejahteraan mitra petani binaan. (Baca juga: Koeman Sarankan Puig Segera Tinggalkan Barcelona)

Semangat optimisme tersebut, lanjut dia, didasari oleh proses produksi dan operasional sejumlah unit kebun sawit dan karet PTPN V yang saat ini berada dalam kondisi optimal. Bahkan untuk unit kebun Tamora yang berlokasi di Kabupaten Kampar, Riau, berhasil menyabet berbagai penghargaan dari Holding Perkebunan Nusantara.

Unit kerja dengan komoditas perkebunan sawit dan karet tersebut menjadi kebun sawit terbaik pertama di lingkungan PTPN Group seluruh Indonesia, di antaranya dari aspek capaian produksi atas rencana tahunan, produktivitas, mutu produk, dan indikator lainnya pada semester pertama 2020.

Kebun Tamora PTPN V tidak hanya menjadi kebun sawit terbaik di lingkungan perkebunan negara. Perusahaan juga berhasil mengukir prestasi untuk komoditas karet, di mana Tamora berhasil meraih posisi ke dua, di antara seluruh perkebunan karet yang ada di lingkup perkebunan milik pemerintah.

Begitu pula dengan pabrik kelapa sawit (PKS) Sei Pagar PTPN V, yang berlokasi di Kabupaten Kampar, terpilih sebagai PKS terbaik keempat dari seluruh PKS Holding Perkebunan Nusantara. (Lihat videonya: Bom Pesawat Sukhoi TNI AU Jatuh ke Permukiman warga di Takalar)

Seluruh prestasi itu, kata Jatmiko, menjadi cerminan bahwa perusahaan mengedepankan perbaikan, menerapkan standar operasional ketat, serta mengutamakan keakuratan data. Keakuratan data menjadi hal krusial yang sangat diperhatikan oleh PTPN V. Belum lama ini perusahaan telah mengembangkan akurasi data berbasis teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.

Pengembangan teknologi untuk meningkatkan pengawasan operasional dan produksi kebun tersebut, mendapat apresiasi tinggi dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Di sela kunjungan kerja sejumlah pimpinan DPD ke PTPN V, baru-baru ini, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti berharap penggunaan teknologi untuk peningkatan produksi dan pengawasan kebun yang diterapkan PTPN V, dapat menjadi contoh untuk diterapkan di PTPN lainnya. (Hatim Varabi)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Suka Takut Minum Vitamin...
Suka Takut Minum Vitamin C Karena Bikin Lambung Perih? Ini Penjelasannya
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved