Rupiah Rp17.600 per Dolar AS, Airlangga Beberkan Alasan Tak Sama dengan Memori Kelam Krisis 1998

Senin, 25 Mei 2026 - 12:24 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Sesumbar Purbaya Kembalikan Rupiah ke Rp15.000: Minggu Depan Ada Action dari Saya

Sejalan dengan penjelasan Airlangga, sebelumnya Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun turut memberikan catatan krusial untuk meluruskan kesalahpahaman di masyarakat. Publik diimbau tidak menyamakan posisi rupiah yang saat ini bertengger di kisaran Rp17.600 per Dolar AS dengan memori kelam krisis finansial Asia tahun 1998 silam.

Misbakhun memaparkan runtutan fakta matematis di balik volatilitas kurs guna meredam kecemasan psikologis di akar rumput yang seolah-olah mengisyaratkan Indonesia sedang dihantui krisis besar

“Rupiah kita benar berada di level 17.600 dan orang selalu membandingkan dengan krisis 98. Rupiah memang 98 itu pernah mencapai melewati 17.000, 800 bahkan mendekat 19.000. Tetapi rupiah saat itu berada di level tersebut berangkat dari angka 2.000-an,” ungkap Misbakhun.

Menurut dia, lonjakan kurs pada tahun 1998 merosot hingga ratusan persen secara seketika akibat runtuhnya sistem keuangan. Kondisi tersebut sangat kontras dengan pergerakan nilai tukar saat ini yang bergeser secara perlahan dan tetap berada dalam pemantauan ketat otoritas bank sentral.

"Dulu 2.500, 2.400 ke 17.000 itu kan ratusan persen. Nah ini yang harus dipahamkan oleh kita semua kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat memahami oh rupiah ini, rupiah ini dan kemudian psikologis mereka seakan-akan ada krisis yang menghentui kita,” pungkas Misbakhun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved