Potensi Daerah Bisa Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional
Senin, 21 September 2020 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
Tentunya, lanjut Wimboh, kebijakan ini harus disinergikan dengan kebijakan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berupa penjaminan kredit, penempatan dana pemerintah di perbankan, penundaan/keringanan pajak, dari PLN berupa keringanan biaya listrik, apabila dimungkinkan termasuk juga mengarahkan CSR ke sektor UMKM.
Menurut Wimboh, sinergi kebijakan stimulus telah dikeluarkan baik oleh OJK, BI, dan pemerintah dalam rangka PEN, yakni bansos, restrukturisasi, penempatan dana, subsidi bunga, dan penjaminan kredit.
“Kami siap mendorong industri jasa keuangan untuk menyalurkan sektor-sektor unggulan di Jateng yang memberikan daya ungkit tinggi bagi perekonomian, seperti perdagangan, pertanian, dan konstruksi,” katanya.
Saat ini progres implementasi restrukturisasi perbankan secara nasional per 24 Agustus 2020 mencapai Rp863,6 triliun dengan jumlah debitur 7,19 juta, sedangkan Jateng per 2 September mencapai Rp58,34 triliun dengan debitur yang telah direstrukturisasi sebanyak 1,1 juta akun. (Baca juga: Siap-siap Resesi, Penduduk Miskin Bisa Bertambah 1,2 Juta)
Inisiatif OJK untuk menyukseskan program restrukturisasi dan PEN, menurut Wimboh, pihaknya melakukan pertemuan dengan asosiasi pelaku usaha baik di pusat maupun di daerah, demi mengetahui kendala di lapangan. Rutin mengadakan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada lembaga jasa keuangan terkait pelaksanaan program PEN (terutama subsidi bunga) dengan bekerja sama dengan pihak terkait. "Mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi: digitalisasi UMKM," paparnya.
Selain itu, juga menciptakan sektor unggulan yang memiliki proses bisnis dari hulu ke hilir dan bekerja sama dengan pemda untuk memetakan sektor yang terdampak serta sektor unggulan. “Kemudian, mengalihkan pekerja yang terkena PHK untuk disalurkan untuk bekerja di sektor unggulan,” paparnya.
Secara terpisah, Ekonom CORE Indonesia Akhmad Akbar Susamto mengatakan peran UMKM terhadap perekonomian sangat besar; dilihat dari proporsinya terhadap PDB, dilihat kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja. Namun, tentu saja mereka (UMKM) juga terdampak oleh pandemi Covid-19. “Karena itu, menyelamatkan UMKM menjadi sangat urgen di tengah situasi seperti sekarang (pandemi Covid-19),” kata Akbar. (Lihat videonya: Bom Pesawat Sukhoi TNI AU Jatuh ke Permukiman Warga di Takalar)
Lebih-lebih karakteristik krisis sekarang berbeda dengan krisis yang pernah kita hadapi sebelumnya. “Kalau sekarang, krisis ekonomi kita dimulai dari Covid-19 yang langsung terjadi di sektor riil. Tentu saja yang paling terkena adalah para pelaku UMKM,” beber dia. (Hatim Varabi)
Menurut Wimboh, sinergi kebijakan stimulus telah dikeluarkan baik oleh OJK, BI, dan pemerintah dalam rangka PEN, yakni bansos, restrukturisasi, penempatan dana, subsidi bunga, dan penjaminan kredit.
“Kami siap mendorong industri jasa keuangan untuk menyalurkan sektor-sektor unggulan di Jateng yang memberikan daya ungkit tinggi bagi perekonomian, seperti perdagangan, pertanian, dan konstruksi,” katanya.
Saat ini progres implementasi restrukturisasi perbankan secara nasional per 24 Agustus 2020 mencapai Rp863,6 triliun dengan jumlah debitur 7,19 juta, sedangkan Jateng per 2 September mencapai Rp58,34 triliun dengan debitur yang telah direstrukturisasi sebanyak 1,1 juta akun. (Baca juga: Siap-siap Resesi, Penduduk Miskin Bisa Bertambah 1,2 Juta)
Inisiatif OJK untuk menyukseskan program restrukturisasi dan PEN, menurut Wimboh, pihaknya melakukan pertemuan dengan asosiasi pelaku usaha baik di pusat maupun di daerah, demi mengetahui kendala di lapangan. Rutin mengadakan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada lembaga jasa keuangan terkait pelaksanaan program PEN (terutama subsidi bunga) dengan bekerja sama dengan pihak terkait. "Mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi: digitalisasi UMKM," paparnya.
Selain itu, juga menciptakan sektor unggulan yang memiliki proses bisnis dari hulu ke hilir dan bekerja sama dengan pemda untuk memetakan sektor yang terdampak serta sektor unggulan. “Kemudian, mengalihkan pekerja yang terkena PHK untuk disalurkan untuk bekerja di sektor unggulan,” paparnya.
Secara terpisah, Ekonom CORE Indonesia Akhmad Akbar Susamto mengatakan peran UMKM terhadap perekonomian sangat besar; dilihat dari proporsinya terhadap PDB, dilihat kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja. Namun, tentu saja mereka (UMKM) juga terdampak oleh pandemi Covid-19. “Karena itu, menyelamatkan UMKM menjadi sangat urgen di tengah situasi seperti sekarang (pandemi Covid-19),” kata Akbar. (Lihat videonya: Bom Pesawat Sukhoi TNI AU Jatuh ke Permukiman Warga di Takalar)
Lebih-lebih karakteristik krisis sekarang berbeda dengan krisis yang pernah kita hadapi sebelumnya. “Kalau sekarang, krisis ekonomi kita dimulai dari Covid-19 yang langsung terjadi di sektor riil. Tentu saja yang paling terkena adalah para pelaku UMKM,” beber dia. (Hatim Varabi)
(ysw)
Lihat Juga :