Krisis Mata Ulang Lokal Dorong Investor Regional Buru Aset Berbasis Dolar AS

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:01 WIB
loading...
Krisis Mata Ulang Lokal...
Tekanan terhadap mata uang negara berkembang Investor mencari perlindungan melalui aset berdenominasi dolar AS. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Saham Amerika Serikat (AS) kian menjadi pilihan utama diversifikasi bagi investor di Asia Tenggara seiring meningkatnya akses ke pasar global dan perubahan perilaku investasi. Pergeseran ini didorong oleh daya tarik sektor teknologi global serta kebutuhan lindung nilai terhadap fluktuasi mata uang.

"Eksposur terhadap aset berbasis dolar kini tidak lagi dipandang sebagai spekulasi, melainkan bagian struktural dari strategi portofolio di tengah ekonomi global yang semakin terhubung," demikian disampaikan dalam analisis pasar terbaru Bitget, dikutip Rabu (27/5/2026).

Baca Juga: Purbaya Santai Tanggapi Rupiah Tembus Rp17.800: Nggak Ada Masalah

Selama bertahun-tahun, investor ritel di Asia Tenggara cenderung fokus pada saham domestik dan instrumen keuangan lokal. Namun, perkembangan teknologi finansial serta kemudahan akses lintas negara mulai mengubah pola tersebut secara signifikan.

Sektor-sektor pertumbuhan global seperti kecerdasan buatan, semikonduktor, dan infrastruktur cloud yang banyak berkembang di AS menjadi magnet utama aliran modal. Perusahaan teknologi besar seperti NVIDIA, Microsoft, Apple, dan Tesla kini semakin akrab dalam portofolio investor kawasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Rekomendasi
Obat Kuat dengan Efek...
Obat Kuat dengan Efek hingga 3 Hari, Amankah? Yuk Kenali Faktanya Sebelum Mengkonsumsi
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Berita Terkini
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Infografis
126 Negara Berkumpul...
126 Negara Berkumpul di Rusia Bahas Penggulingan Dolar AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved