Rupiah Lagi-lagi Tembus Rekor Terlemah, Hari Ini Sentuh Rp17.857 per USD

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:48 WIB
loading...
Rupiah Lagi-lagi Tembus...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot kembali mencatatkan rapor merah terjerembap ke level Rp17.857 per dolar AS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot kembali mencatatkan rapor merah pada pembukaan sesi perdagangan pagi ini. Berasarkan data dari Bloomberg pada pukul 09.01 WIB, mata uang Garuda langsung terjerembap ke level Rp17.857 per dolar AS.

Posisi tersebut mencerminkan pelemahan sebesar 0,31 persen dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di angka Rp17.801 per dolar AS. Dengan hasil ini, rupiah lagi-lagi menembus rekor level terlemahnya sepanjang sejarah.

Kemerosotan nilai tukar tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan melanda mayoritas mata uang di kawasan Asia yang kompak bertekuk lutut di hadapan dolar AS. Won Korea Selatan memimpin kejatuhan dengan pelemahan terdalam sebesar 0,49%, diikuti oleh Rupiah Indonesia yang merosot 0,31%.

Baca Juga: Purbaya Santai Tanggapi Rupiah Tembus Rp17.800: Nggak Ada Masalah

Selanjutnya ringgit Malaysia melemah 0,24%, Baht Thailand menyusut 0,23%, Peso Filipina terpangkas 0,17%, serta Yen Jepang dan Yuan China yang sama-sama terkoreksi tipis 0,05%.

Di sisi lain, hanya dolar Taiwan dan dolar Hong Kong yang mampu berenang melawan arus dengan mencatatkan penguatan masing-masing sebesar 0,07% dan 0,03% terhadap mata uang Negeri Paman Sam.



Keperkasaan dolar AS ini juga tecermin dari indeks Dolar (DXY) yang merangkak naik ke posisi 99,34 dari posisi sebelumnya di level 99,20. Hingga pukul 09.55 WIB, rupiah terus bergerak melemah ke Rp17.870 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, bahwa salah satu pemicu utama rontoknya kepercayaan pasar domestik berasal dari kecemasan pelaku pasar serta lembaga pemeringkat kredit global terhadap kebijakan satu pintu untuk ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Baca Juga: Rupiah Diramal Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS jelang Libur Panjang

Sentralisasi komoditas unggulan ini dinilai berisiko mengacaukan mekanisme pasar bebas dan mempertinggi risiko disrupsi rantai pasok perdagangan jika tidak dimitigasi dengan cepat. Lembaga internasional seperti S&P dan Moody’s turut memberikan catatan kritis bahwa implementasi sistem baru ini berpotensi memicu ketidakseimbangan pada arus modal.

"Ini membuat masalah tersendiri sehingga wajar arus modal asing keluar dari Indonesia. Ini yang membuat rupiah melemah dalam perdagangan hari ini," jelas Ibrahim.

Selain faktor pembenahan regulasi di dalam negeri, pergerakan kurs juga terbebani oleh faktor eksternal seiring memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian global ini mendorong para investor institusional global untuk mengamankan aset mereka ke dalam bentuk instrumen safe haven, yang secara otomatis mendongkrak kekuatan dolar AS.

Kombinasi antara polemik sentralisasi ekspor dan ketegangan geopolitik diproyeksikan masih akan membayangi pergerakan mata uang domestik dalam jangka pendek. Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memprediksi mata uang Garuda akan berfluktuasi di rentang harga Rp17.790 hingga Rp17.850 per dolar AS.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Indonesia (BI) terpantau masih menahan diri dan belum memberikan keterangan atau intervensi verbal lebih lanjut terkait amblasnya posisi rupiah hari ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rekomendasi
Nonton Wake Up, Dad!...
Nonton 'Wake Up, Dad! Wedding Time' di V+Short, Microdrama Komedi Romantis yang Bikin Baper
Jorge Jesus Buka Peluang...
Jorge Jesus Buka Peluang Coret Cristiano Ronaldo dari Timnas Portugal
Beberkan Bukti Penggeledahan...
Beberkan Bukti Penggeledahan tapi Belum Tetapkan Tersangka, Polda Metro Jaya: Masih Pendalaman
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved