Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:01 WIB
loading...
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga kapal tanker tujuan China dan India berhasil meninggalkan Selat Hormuz dengan mematikan transponder. FOTO/Bernama
A A A
DUBAI - Dua kapal tanker minyak berukuran sangat besar dan satu kapal tanker gas alam cair (LNG) dilaporkan keluar dari Selat Hormuz dengan transponder dimatikan. Ketiga kapal tersebut menuju India dan China di tengah terbatasnya lalu lintas pelayaran akibat konflik di kawasan. Data pelacakan kapal menunjukkan langkah ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian operator pelayaran dalam menghadapi risiko keamanan di jalur energi global tersebut.

"Dua supertanker dan satu kapal LNG keluar dari Selat Hormuz awal pekan ini dengan transponder dimatikan dan sedang menuju India serta China," demikian berdasarkan data pelayaran dari LSEG dan Kpler dikutip dari The Economic Times, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga: Lolos dari Blokade AS, Tanker Raksasa Pengangkut 2 Juta Barel Minyak Lanjut Berlayar ke Vietnam

Salah satu kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC), Eagle Veracruz, membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah dari Arab Saudi dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Quanzhou, Provinsi Fujian, China, pada 16 Juni. Kapal lain, Nissos Keros, mengangkut sekitar 1,8 juta barel minyak mentah dari Uni Emirat Arab menuju Pelabuhan Visakhapatnam, India, dengan estimasi kedatangan pada 3 Juni.



Selain itu, kapal tanker berbendera China Hua Lin Wan yang dioperasikan oleh COSCO juga keluar dari selat tersebut dengan membawa muatan nafta dari Kuwait menuju Pelabuhan Huizhou di Guangdong, China.

Sementara itu, kapal LNG Umm Al Ashtan terpantau kembali muncul dalam data pelacakan pada 27 Mei setelah sebelumnya tidak terdeteksi sejak awal bulan. Kapal tersebut kini berlayar ke arah timur menuju India setelah memuat kargo dari Das Island. Kapal ini dikelola oleh Abu Dhabi National Oil Company.

Baca Juga: Iran Serang Pangkalan AS sebagai Balasan atas Serangan di Bandar Abbas

Ketegangan geopolitik di kawasan, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran sejak akhir Februari, telah menekan arus pelayaran melalui Selat Hormuz. Jalur ini merupakan rute vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan LNG global.

Sebelum konflik, lalu lintas kapal di Selat Hormuz mencapai 125 hingga 140 pelayaran per hari. Namun saat ini aktivitas tersebut menurun signifikan, bahkan dilaporkan sekitar 20.000 pelaut masih tertahan di ratusan kapal di kawasan Teluk akibat gangguan operasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Rekomendasi
Korban Penipuan Haji...
Korban Penipuan Haji Ilegal Capai 3.550 Orang, DPR Desak Kemenhaj Perkuat Pengawasan
Polda Metro Jaya Serahkan...
Polda Metro Jaya Serahkan Tumpukan Dokumen di Sidang Praperadilan Roy Suryo
Lowongan Kerja KAI Services...
Lowongan Kerja KAI Services 2026 Dibuka, Lulusan SMA Segera Daftar
Berita Terkini
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Infografis
Militer Rusia, Iran,...
Militer Rusia, Iran, dan China Jauh Tinggalkan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved