Manulife Indonesia Cetak Laba Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025, Unit Syariah Rp17,37 M
Kamis, 28 Mei 2026 - 23:25 WIB
loading...
A
A
A
“Pada tahun 2025, bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia, kami membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung oleh pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin, dan tingkat solvabilitas yang kuat. Capaian ini menegaskan ketahanan bisnis kami, kepercayaan nasabah, serta komitmen kami untuk terus melindungi keluarga Indonesia dalam jangka panjang,” kata Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati.
Baca Juga: Kinerja Positif, Manulife Indonesia Bukukan Premi Rp10 Triliun di 2022
Pada tahun 2025, MAMI meraih pangsa pasar sebesar 11,94% di antara sekitar 90 perusahaan manajemen investasi yang beroperasi di Indonesia, dengan total aset yang dikelola mencapai Rp124,3 triliun. Pada periode yang sama, dana kelolaan Reksa Dana Manulife mencapai Rp63 triliun, yang merupakan kelolaan reksa dana terbesar di industri dengan pangsa pasar 9,33%.
MAMI secara konsisten mempertahankan posisi terdepannya di industri dengan terus menyuguhkan inovasi pada berbagai solusi investasi berkualitas termasuk reksa dana dan Kontrak Pengelolaan Dana, serta mengedepankan kepentingan setiap nasabahnya melalui disiplin pengelolaan portofolio investasi yang tinggi serta tata kelola yang baik.
“Kami berkomitmen untuk senantiasa mendampingi setiap nasabah, mengoptimalkan risk-return portofolio yang dipercayakan kami di berbagai siklus pasar. Kami menjaga keseimbangan yang kuat antara disiplin manajemen risiko dan kemampuan menghasilkan alpha secara konsisten di seluruh portofolio kelolaan. Kami juga terus berinovasi untuk mempersembahkan peluang-peluang baru melalui rangkaian solusi kami bagi nasabah ritel dan institusi,” tegas CEO dan Presiden Direktur MAMI, Afifa.
Kinerja ini mendorong pertumbuhan aset menjadi Rp1,55 triliun, didukung oleh rasio solvabilitas yang kuat, dengan Rasio Solvabilitas Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud sebesar 797% serta Dana Perusahaan sebesar 5.433%, keduanya jauh di atas persyaratan OJK.
Komitmen di Tengah Dinamika
Bergerak di industri pengelolaan aset selama genap 30 tahun, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (“MAMI”) terus memperkuat posisinya sebagai manajer investasi terbesar di Indonesia sejak tahun 2020.Baca Juga: Kinerja Positif, Manulife Indonesia Bukukan Premi Rp10 Triliun di 2022
Pada tahun 2025, MAMI meraih pangsa pasar sebesar 11,94% di antara sekitar 90 perusahaan manajemen investasi yang beroperasi di Indonesia, dengan total aset yang dikelola mencapai Rp124,3 triliun. Pada periode yang sama, dana kelolaan Reksa Dana Manulife mencapai Rp63 triliun, yang merupakan kelolaan reksa dana terbesar di industri dengan pangsa pasar 9,33%.
MAMI secara konsisten mempertahankan posisi terdepannya di industri dengan terus menyuguhkan inovasi pada berbagai solusi investasi berkualitas termasuk reksa dana dan Kontrak Pengelolaan Dana, serta mengedepankan kepentingan setiap nasabahnya melalui disiplin pengelolaan portofolio investasi yang tinggi serta tata kelola yang baik.
“Kami berkomitmen untuk senantiasa mendampingi setiap nasabah, mengoptimalkan risk-return portofolio yang dipercayakan kami di berbagai siklus pasar. Kami menjaga keseimbangan yang kuat antara disiplin manajemen risiko dan kemampuan menghasilkan alpha secara konsisten di seluruh portofolio kelolaan. Kami juga terus berinovasi untuk mempersembahkan peluang-peluang baru melalui rangkaian solusi kami bagi nasabah ritel dan institusi,” tegas CEO dan Presiden Direktur MAMI, Afifa.
Tren Positif Manulife Syariah Indonesia
Setelah diluncurkan secara resmi sebagai entitas independen pada bulan Desember 2024, Manulife Syariah Indonesia mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif di tahun 2025. Perusahaan membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp302,1 miliar meningkat signifikan dari Rp66,5 miliar pada tahun 2024.Kinerja ini mendorong pertumbuhan aset menjadi Rp1,55 triliun, didukung oleh rasio solvabilitas yang kuat, dengan Rasio Solvabilitas Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud sebesar 797% serta Dana Perusahaan sebesar 5.433%, keduanya jauh di atas persyaratan OJK.
Lihat Juga :