Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun

Jum'at, 29 Mei 2026 - 11:21 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Eropa Terpecah! Italia Desak Blokir Minyak dan Gas Rusia Dibuka

Hal ini membuat harga energi global melonjak ke tingkat yang tak masuk akal bagi operasional pabrik dan toko. Selanjutnya kerapuhan energi eropa juga membuat alasan kenapa perang jauh di Timur Tengah bisa merembes hingga Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris-.

Dana Moneter Internasional (IMF) sempat memperingatkan bahwa Inggris adalah negara yang paling rentan terkena imbas konflik Timur Tengah. Pasalnya pasokan listrik mereka sangat bergantung pada pembangkit listrik bertenaga gas.

Efek sisa Perang Ukraina juga menekan sektor ketenagakerjaan di Inggris, pasalnya sebelum badai Timur Tengah ini pecah, korporasi di Eropa sebenarnya belum sepenuhnya pulih setelah mereka terpaksa memboikot minyak dan gas murah dari Rusia akibat konflik Ukraina.

Ketika biaya energi kembali naik akibat perang Iran, perusahaan-perusahaan ini kehabisan modal dan terpaksa menempuh jalan pintas dengan memecat karyawan demi bertahan hidup.

Estimasi terbaru dari Reuters menyebutkan bahwa eskalasi militer AS-Israel ke Iran sejauh ini telah menelan biaya kerugian bisnis global sedikitnya USD25 miliar. Sialnya, perusahaan-perusahaan di Uni Eropa dan Inggris yang harus menanggung porsi kerugian terbesar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Rekomendasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved