Mengulik Biang Kerok Terkaparnya Rupiah Lawan Dolar Singapura ke Rp14.000, Sesuai Ramalan?

Jum'at, 29 Mei 2026 - 21:36 WIB
loading...
A A A
Lalu ada pengetatan Moneter MAS, dimana Otoritas Moneter Singapura (MAS) sengaja memperketat kebijakan moneter mereka dan membiarkan Dolar Singapura menguat (apresiasi) demi membentengi negara mereka dari inflasi akibat ketegangan perang Iran-AS di Timur Tengah. Dampak sampingnya, mata uang negara berkembang seperti rupiah langsung tertekan hebat.

Strategi agresif Singapura inilah yang memaksa rupiah harus bertekuk lutut hingga menyentuh angka Rp14.000.

Secara psikologis, angka bulat seperti Rp14.000 memicu efek cognitive bias yang bisa menimbulkan kecemasan instan di benak publik. Bagi masyarakat Indonesia, Singapura bukan sekadar negara tetangga, melainkan pusat transit medis, destinasi pendidikan, dan kiblat liburan.

Jebolnya kurs ini membawa dampak nyata yang langsung menusuk dompet Anda yang suka plesiran. Biaya kuliner dan plesiran meroket, bagi Anda yang kerap berburu konser, jalan-jalan ke Universal Studios, atau sekadar belanja di Orchard Road, bersiaplah mengeluarkan dana jauh lebih besar pelemahan rupiah.

Orang tua yang membiayai anaknya kuliah di Singapura atau warga yang sedang menjalani perawatan medis di sana juga harus menghadapi lonjakan tagihan riil dalam pecahan rupiah.

Banyak bahan baku industri dan barang elektronik di Indonesia yang diimpor melalui hub logistik Singapura, juga bisa merangkak naik apabila pelemahan terjadi berkepanjangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Breaking News! Dokter...
Breaking News! Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya Hari Ini
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Berita Terkini
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Menghadapi Tekanan Ekonomi,...
Menghadapi Tekanan Ekonomi, Agen Asuransi Jiwa Terus Tingkatkan Kapasitas lewat MDRT Day 2026
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved