Pasokan Minyak Dunia Lenyap 1,5 Juta Barel per Hari, Pasar Energi Bakal Terguncang?

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:50 WIB
loading...
Pasokan Minyak Dunia...
Mampukah dunia hidup tenang usai kehilangan 9% pasokan minyak bumi saat perang di Timur Tengah berujung pada penutupan Selat Hormuz selama tiga bulan terakhir. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketika perang di Timur Tengah berujung pada penutupan Selat Hormuz -jalur nadi minyak paling kritis di planet bumi- selama tiga bulan terakhir, banyak pihak meramalkan krisis ekonomi global akan segera tiba. Namun dunia ternyata diam-diam mulai beradaptasi untuk hidup dengan kehilangan 9% pasokan minyak mentah , tanpa ada kepanikan massal atau antrean bahan bakar yang mengular di pom bensin.

Fakta ini dibongkar oleh tim strategi minyak raksasa keuangan global, JPMorgan yang dipimpin oleh Natasha Kaneva, Lyuba Savinova, dan Artem Fakhretdinov setelah melakukan rangkaian pertemuan intensif dengan para pelaku pasar di China.

"Kesimpulan paling mencolok dari pertemuan kami bukanlah sekadar fakta bahwa permintaan minyak telah turun," tulis para pakar strategi JPMorgan dalam nota rahasia kepada klien mereka.

Baca Juga: IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata

"Tetapi bahwa permintaan itu telah merosot hingga 9% atau setara 1,5 juta barel per hari-secara mendadak atau tidak terduga, namun dengan sangat sedikit gangguan yang terlihat di masyarakat," bebernya.

Harga minyak dunia saat ini memang relatif bertahan di kisaran USD100 per barel dan hanya sesekali melonjak. Hal ini bisa terjadi karena dunia memasuki tahun 2026 dengan kondisi pasokan yang melimpah (oversupplied), ditambah aksi pemerintah berbagai negara yang kompak menguras cadangan minyak darurat mereka demi meredam guncangan pasar.



Namun kunci utama dari keajaiban ekonomi ini adalah sebuah istilah psikologi pasar yang disebut Demand Destruction (Kehancuran Permintaan). Sederhananya, ketika harga barang sudah terlampau mahal, konsumen akan berhenti membeli secara sukarela.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Rekomendasi
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Berita Terkini
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa Selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Infografis
Biaya Minimal Hidup...
Biaya Minimal Hidup Layak di Jakarta Rp15 Juta per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved