BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar

Selasa, 02 Juni 2026 - 13:07 WIB
loading...
BPS: Neraca Dagang RI...
Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sepanjang Januari hingga April 2026. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD5,64 miliar sepanjang Januari hingga April 2026 di tengah tekanan ekonomi global yang masih dipengaruhi dinamika geopolitik dan geoekonomi. Capaian ini sekaligus memperpanjang tren surplus perdagangan nasional yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

"Hingga bulan April 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD5,64 miliar. Surplus sepanjang periode Januari-April 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas USD14,16 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD8,52 miliar," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam paparannya, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Capai USD5,55 Miliar di Kuartal I-2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus tersebut didorong oleh kinerja ekspor nonmigas yang tetap solid, sementara sektor migas masih mencatatkan defisit. Kondisi ini mencerminkan ketergantungan terhadap impor energi yang masih cukup tinggi.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-April 2026 mencapai USD92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama ditopang sektor industri pengolahan yang naik 9,78 persen menjadi USD75,57 miliar.

Dari sisi pasar, tiga negara utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Ketiganya menyumbang 44,52 persen dari total ekspor nonmigas nasional sepanjang empat bulan pertama 2026.

China masih menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD22,76 miliar atau 25,93 persen dari total ekspor nonmigas. Disusul Amerika Serikat sebesar USD10,17 miliar atau 11,59 persen dan India USD6,14 miliar atau 7 persen.



Komoditas utama ekspor ke Tiongkok meliputi besi dan baja, nikel beserta turunannya, serta bahan bakar mineral. Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat didominasi mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian dan aksesori rajutan.

Di sisi lain, nilai impor Indonesia hingga April 2026 tercatat USD86,51 miliar atau meningkat 13,40 persen secara tahunan. Impor nonmigas mencapai USD73,58 miliar naik 12,70 persen, sedangkan impor migas sebesar USD12,93 miliar atau meningkat 17,58 persen.

Berdasarkan penggunaannya, impor bahan baku dan penolong masih mendominasi dengan nilai USD61,82 miliar atau tumbuh 11,67 persen. Diikuti impor barang modal sebesar USD17,11 miliar naik 19,02 persen dan barang konsumsi USD7,58 miliar naik 15,68 persen.

Baca Juga: 3 Negara Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Dagang RI, Januari 2026 Sentuh USD0,95 Miliar

Dari negara asal, Tiongkok menjadi pemasok utama impor nonmigas Indonesia dengan nilai USD30,79 miliar atau 41,84 persen. Posisi berikutnya ditempati Jepang sebesar USD4,15 miliar atau 5,64 persen dan Australia USD4,15 miliar atau 5,64 persen, dengan total kontribusi ketiganya mencapai 53,12 persen.

Surplus perdagangan nonmigas selama periode Januari-April 2026 terutama disumbang oleh komoditas unggulan seperti lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar USD11,71 miliar, bahan bakar mineral USD8,34 miliar, besi dan baja USD5,71 miliar, nikel dan turunannya USD4,26 miliar, serta alas kaki senilai USD2,14 miliar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Rekomendasi
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Berita Terkini
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved