Rupiah Ambruk Parah, Pelaku Industri Susu Mulai Cemas

Selasa, 02 Juni 2026 - 13:41 WIB
loading...
Rupiah Ambruk Parah,...
Pelemhanan rupiah berdampak langsung terhadap harga sapi perah impor menjadi salah satu komponen penting dalam rantai pasok industri susu. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menekan industri susu nasional, terutama akibat kenaikan harga bahan baku impor. Kondisi ini memicu kekhawatiran pelaku industri di tengah ketergantungan tinggi terhadap pasokan luar negeri.

"Memang sekarang ada kenaikan harga sapi perah," ujar Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Rupiah Pagi Ini Ambruk ke Rp17.885 per Dolar AS, Apa Pemicunya?

Makmun menjelaskan, penguatan dolar AS berdampak langsung terhadap harga sapi perah impor menjadi salah satu komponen penting dalam rantai pasok industri susu nasional. Kenaikan ini turut meningkatkan beban biaya produksi secara keseluruhan.



Tekanan serupa juga dirasakan oleh pelaku industri pengolahan susu. General Manager Research and Development (R&D) Health and Wellness Divisi Dairy PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Tjatur Lestijaman, menyebut sekitar 80 persen kebutuhan bahan baku susu nasional masih berasal dari impor.

"Kurang lebih karena 80 persen dari kebutuhan susunya masih impor, dan harganya juga terpaut dengan dolar. Sedikit banyak memang ada pengaruh terhadap biaya bahan baku Indomilk," katanya.

Meski demikian, pihaknya menegaskan perusahaan tidak akan sepenuhnya membebankan kenaikan biaya produksi kepada konsumen. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Baca Juga: Rupiah Kian Merana, Dolar AS Tembus Rp17.880 Sore Ini

Sebagai langkah mitigasi, perusahaan melakukan berbagai program efisiensi di lini produksi guna menekan biaya. Upaya ini diharapkan dapat menahan laju kenaikan harga produk di pasar.

Sementara itu, tekanan terhadap industri semakin diperkuat oleh pelemahan rupiah di pasar keuangan. Pada pembukaan perdagangan, mata uang rupiah tercatat melemah ke level Rp17.885 per dolar AS, mencerminkan penurunan signifikan yang menambah tekanan bagi sektor yang bergantung pada impor.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%,  Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Rekomendasi
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved