Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja

Selasa, 02 Juni 2026 - 21:26 WIB
loading...
Pengembangan Bioenergi...
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pengembangan bioenergi nasional dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan energi sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru. Selain mampu menekan emisi karbon, ekosistem biomassa diproyeksikan dapat menyerap hingga 150 ribu tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan.

"Kalau implementasi biomassa mencapai 10 juta ton per tahun di pembangkit, nilai ekonominya bisa mencapai Rp11 triliun. Reduksi emisinya sekitar 12 juta ton CO2 dan potensi tenaga kerja yang tercipta bisa mencapai 150 ribu orang dalam tiga sampai empat tahun," ujar Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir dalam keterangan pers, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo

Menurut Hokkop, biomassa menjadi salah satu solusi transisi energi yang dapat diterapkan dengan cepat melalui skema co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Skema ini memungkinkan penggantian sebagian batu bara dengan bahan bakar berbasis limbah organik.

Ia menegaskan, bioenergi tidak dimaksudkan untuk menggantikan energi fosil secara total dalam waktu singkat, melainkan sebagai solusi bertahap untuk menurunkan emisi tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik nasional.



Saat ini, PLN telah mengimplementasikan co-firing biomassa di 52 PLTU di berbagai wilayah Indonesia. Sepanjang 2025, pemanfaatan biomassa mencapai sekitar 2,35 juta ton dengan kontribusi pengurangan emisi sebesar 2,57 juta ton CO2 ekuivalen.

PLN juga memanfaatkan sedikitnya 14 jenis biomassa dengan nilai kalor rata-rata 3.152 kCal/kg, seperti cangkang sawit, sekam padi, bonggol jagung, serbuk gergaji, hingga limbah rumah tangga yang telah diolah menjadi bahan bakar alternatif.

Indonesia memiliki potensi biomassa yang besar, mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun, yang tersebar di berbagai wilayah. Sumatera menjadi penyumbang terbesar dengan potensi 42,8 juta ton, disusul Kalimantan 18,9 juta ton, dan Jawa 13,1 juta ton per tahun.

Namun demikian, tingkat pemanfaatan bioenergi nasional masih relatif rendah. Konsumsi bioenergi Indonesia baru sekitar 0,35 gigajoule per kapita per tahun, jauh di bawah potensi yang mencapai 6,5 gigajoule per kapita per tahun.

Baca Juga: Digitalisasi Rumah Bibit Biomassa, PLN EPI Perkuat Cofiring dan Ekonomi Desa

Hokkop menekankan pentingnya membangun ekosistem rantai pasok biomassa yang terintegrasi agar potensi tersebut dapat dioptimalkan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Selain biomassa, PLN EPI juga mulai mengembangkan bioenergi berbasis biogas dan biohidrogen, termasuk pemanfaatan gas metana dari limbah cair kelapa sawit (POME) sebagai sumber energi alternatif.

Menurut dia, pemanfaatan metana tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga mengurangi emisi gas rumah kaca yang memiliki dampak pemanasan global lebih besar dibanding karbon dioksida.

PLN EPI juga mengembangkan sistem digital berbasis kecerdasan buatan untuk memantau rantai pasok biomassa dan operasional co-firing. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat peran bioenergi sebagai pilar transisi energi dan penggerak ekonomi nasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Gandeng BWI...
PLN EPI Gandeng BWI Pasok Biomassa Sekam Padi untuk Cofiring PLTU Indramayu
PLN EPI Gandeng Sorbu...
PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo
Digitalisasi Rumah Bibit...
Digitalisasi Rumah Bibit Biomassa, PLN EPI Perkuat Cofiring dan Ekonomi Desa
PLN EPI Dorong Ekonomi...
PLN EPI Dorong Ekonomi Sirkular Desa lewat Pengembangan Biomassa
PLN EPI Garap Potensi...
PLN EPI Garap Potensi Sorgum untuk Biomassa
PLN EPI Kirim 6.700...
PLN EPI Kirim 6.700 Ton Cangkang Sawit ke PLTU Balikpapan
Penanaman Pohon Gamal...
Penanaman Pohon Gamal ke-20 Juta di Pohuwato, Ribuan Orang Rayakan Reforestasi Berkelanjutan
Guru Besar UI Tawarkan...
Guru Besar UI Tawarkan Teknologi Biomassa untuk Energi Alternatif
Bangun Pabrik Pemanfaatan...
Bangun Pabrik Pemanfaatan Biomassa, Barata Indonesia Gandeng Perusahaan Malaysia
Rekomendasi
Amerika Serikat vs Paraguay:...
Amerika Serikat vs Paraguay: Awal Krusial di Grup D Piala Dunia 2026
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Berita Terkini
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved