Garuda Indonesia Masih Beroperasi Pulangkan WNI dan WNA
Senin, 04 Mei 2020 - 22:14 WIB
loading...
Garuda membantu pemulangan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang minta dipulangkan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Industri penerbangan menjadi salah satu sektor yang terdampak akibat pandemi virus corona (Covid-19). Walaupun begitu, PT Garuda Indonesia (Persero) masih tetap melakukan penerbangan ke luar negeri.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya dalam kondisi saat ini turut membantu negara untuk memulangkan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang minta dipulangkan.
"Jadi, dalam kasus ABK kita yang standed di kapal kemarin kita bawa pulang, sementara ini anda bisa bayangkan berapa banyak masyarakat Indonesia di luar negeri," ujar Irfan dalam video conference, Senin (4/5/2020).
Dia melanjutkan, banyaknya warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia dan ingin pulang ke negara asalnya pun turut dilayani oleh Garuda. Pasalnya, dengan adanya pandemi ini membuat semua orang ingin pulang ke rumahnya masing-masing.
"Oleh sebab itu kita juga memahami kebutuhan kebutuhan tersebut, kita memahami mandat kita dari awal untuk menyambungkan orang, jadi kita masih terbang ke tempat yang kita selama ini terbang kecuali dilarang seperti China dan umrah," katanya.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya dalam kondisi saat ini turut membantu negara untuk memulangkan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang minta dipulangkan.
"Jadi, dalam kasus ABK kita yang standed di kapal kemarin kita bawa pulang, sementara ini anda bisa bayangkan berapa banyak masyarakat Indonesia di luar negeri," ujar Irfan dalam video conference, Senin (4/5/2020).
Dia melanjutkan, banyaknya warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia dan ingin pulang ke negara asalnya pun turut dilayani oleh Garuda. Pasalnya, dengan adanya pandemi ini membuat semua orang ingin pulang ke rumahnya masing-masing.
"Oleh sebab itu kita juga memahami kebutuhan kebutuhan tersebut, kita memahami mandat kita dari awal untuk menyambungkan orang, jadi kita masih terbang ke tempat yang kita selama ini terbang kecuali dilarang seperti China dan umrah," katanya.
Lihat Juga :