Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Kamis, 04 Juni 2026 - 10:01 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah di pasar spot menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis (4/6). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Kamis (4/6) mencatat posisi terlemah sepanjang sejarah. Pelemahan tersebut terjadi di tengah penguatan dolar AS dan meningkatnya tekanan di pasar keuangan global.
Pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di level Rp17.983 per dolar AS atau melemah 0,09% dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.967 per dolar AS. Namun tekanan berlanjut sehingga pada pukul 09.04 WIB mata uang Garuda menembus Rp18.004 per dolar AS sekaligus menjadi level terendah.
Baca Juga: IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
Data Investing menunjukkan dolar AS bahkan sempat menguat hingga Rp18.015 atau naik 49,4 basis poin setara 0,28%. Sepanjang perdagangan pagi, dolar AS bergerak dalam rentang Rp17.937 hingga Rp18.024 per dolar AS.
Sementara itu, data Google Finance mencatat dolar AS sempat berada di level Rp18.010 per dolar AS pada pukul 06.23 WIB sebelum bergerak turun ke kisaran Rp17.971 sekitar satu jam kemudian.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang berlangsung bervariasi. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah naik 0,32%, disusul peso Filipina 0,23% dan yen Jepang 0,11%. Sebaliknya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,24% terhadap dolar AS.
Bank Indonesia (BI) menyatakan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik serta siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional.
Baca Juga: Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Sebagai bagian dari upaya stabilisasi, sejak 2 Juni 2026 BI mulai memberlakukan ketentuan batas pembelian valuta asing terhadap rupiah tanpa underlying sebesar 25.000 dolar AS per pelaku per bulan. Bank sentral juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT).
Saat ini kerja sama LCT telah dijalin Indonesia dengan sejumlah negara mitra, antara lain China, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memitigasi risiko volatilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global.
"BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, baru-baru ini.
Pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di level Rp17.983 per dolar AS atau melemah 0,09% dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.967 per dolar AS. Namun tekanan berlanjut sehingga pada pukul 09.04 WIB mata uang Garuda menembus Rp18.004 per dolar AS sekaligus menjadi level terendah.
Baca Juga: IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
Data Investing menunjukkan dolar AS bahkan sempat menguat hingga Rp18.015 atau naik 49,4 basis poin setara 0,28%. Sepanjang perdagangan pagi, dolar AS bergerak dalam rentang Rp17.937 hingga Rp18.024 per dolar AS.
Sementara itu, data Google Finance mencatat dolar AS sempat berada di level Rp18.010 per dolar AS pada pukul 06.23 WIB sebelum bergerak turun ke kisaran Rp17.971 sekitar satu jam kemudian.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang berlangsung bervariasi. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah naik 0,32%, disusul peso Filipina 0,23% dan yen Jepang 0,11%. Sebaliknya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,24% terhadap dolar AS.
Bank Indonesia (BI) menyatakan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik serta siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional.
Baca Juga: Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Sebagai bagian dari upaya stabilisasi, sejak 2 Juni 2026 BI mulai memberlakukan ketentuan batas pembelian valuta asing terhadap rupiah tanpa underlying sebesar 25.000 dolar AS per pelaku per bulan. Bank sentral juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT).
Saat ini kerja sama LCT telah dijalin Indonesia dengan sejumlah negara mitra, antara lain China, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memitigasi risiko volatilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global.
"BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, baru-baru ini.
(nng)
Lihat Juga :