Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
Kamis, 04 Juni 2026 - 17:49 WIB
loading...
Purbaya Yudhi Sadewa diterpa isu mundur dari kursi Menteri Keuangan setelah rupiah kini sudah menembus level psikologis baru Rp18.039 per dolar AS. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepisinformasi yang beredar terkait isu dirinya mengundurkan diri dari jabatan bendahara negara. Penegasan Purbaya disampaikan saat dikonfirmasi langsung oleh awak media.
"Ha ha ha enggak benar lah," tulis Purbaya dalam pesannya, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Sebelumnya, beredar informasi yang menyebutkan bahwa posisi Menteri Keuangan akan mengalami pergantian pada Kamis sore. "Jam 15.00 Menkeu Purbaya akan diganti," tulis informasi yang beredar.
Dalam informasi itu, juga beredar kabar bahwa Purbaya akan digantikan oleh Chatib Basri, Mantan Menkeu periode 2013-2014. Selain Chatib, Budi Gunadi Sadikin juga ikut diisukan menggantikan Purbaya.
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Pihak legislatif menilai kejatuhan mata uang Garuda tersebut telah berada di titik terendah dalam sejarah keuangan domestik dan berpotensi menggerus kepercayaan pasar terhadap bank sentral.
Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menilai Bank Indonesia telah kehilangan kredibilitas dan gagal memitigasi risiko pelemahan nilai tukar yang terjadi secara beruntun.
"Pak Perry (Gubernur BI) yang saya hormati, kadang kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri," ujarnya dalam rapat, Senin (18/5/2026).
Primus menyoroti adanya anomali besar dalam struktur makroekonomi domestik saat ini, di mana indikator pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 sebenarnya mampu tumbuh meyakinkan di angka 5,61%. Namun, capaian positif sektor riil itu dinilai berbanding terbalik dengan performa nilai tukar rupiah yang justru terdepresiasi parah di hadapan mata uang global.
"Ha ha ha enggak benar lah," tulis Purbaya dalam pesannya, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Sebelumnya, beredar informasi yang menyebutkan bahwa posisi Menteri Keuangan akan mengalami pergantian pada Kamis sore. "Jam 15.00 Menkeu Purbaya akan diganti," tulis informasi yang beredar.
Dalam informasi itu, juga beredar kabar bahwa Purbaya akan digantikan oleh Chatib Basri, Mantan Menkeu periode 2013-2014. Selain Chatib, Budi Gunadi Sadikin juga ikut diisukan menggantikan Purbaya.
DPR Desak Gubernur BI Mundur
Selain itu kejatuhan rupiah juga membuat kinerja Bank Indonesia menjadi sorotan. Rapat Kerja antara Komisi XI DPR RI dan Bank Indonesia (BI) diwarnai hujan kritik tajam dari kalangan parlemen menyusul merosotnya nilai tukar rupiah yang kini sudah menembus level psikologis baru Rp18.039 per dolar AS.Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Pihak legislatif menilai kejatuhan mata uang Garuda tersebut telah berada di titik terendah dalam sejarah keuangan domestik dan berpotensi menggerus kepercayaan pasar terhadap bank sentral.
Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menilai Bank Indonesia telah kehilangan kredibilitas dan gagal memitigasi risiko pelemahan nilai tukar yang terjadi secara beruntun.
"Pak Perry (Gubernur BI) yang saya hormati, kadang kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri," ujarnya dalam rapat, Senin (18/5/2026).
Primus menyoroti adanya anomali besar dalam struktur makroekonomi domestik saat ini, di mana indikator pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 sebenarnya mampu tumbuh meyakinkan di angka 5,61%. Namun, capaian positif sektor riil itu dinilai berbanding terbalik dengan performa nilai tukar rupiah yang justru terdepresiasi parah di hadapan mata uang global.
(akr)
Lihat Juga :