Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Jum'at, 05 Juni 2026 - 14:00 WIB
loading...
Syngenta Indonesia meluncurkan MIRAVIS Duo® untuk tanaman padi, fungisida berbasis teknologi ADEPIDYN™. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Syngenta Indonesia meluncurkan MIRAVIS Duo® untuk tanaman padi, fungisida berbasis teknologi ADEPIDYN™, sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat program swasembada beras nasional.
Peluncuran yang digelar di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada 4 Juni 2026 itu menjadi tonggak penting karena Indonesia tercatat sebagai negara pertama di dunia yang memperkenalkan teknologi ADEPIDYN™ khusus untuk budidaya padi.
"Syngenta Indonesia berkomitmen menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan nyata di lapangan. Peluncuran MIRAVIS Duo® untuk padi adalah wujud nyata dari visi Petani MAJU, yaitu membantu petani meningkatkan hasil panen untuk keuntungan maksimal, mempercepat inovasi teknologi fungisida sesuai kebutuhan petani, serta memperkuat kolaborasi agar teknologi pertanian digunakan sesuai rekomendasi demi hasil yang optimal dan berkelanjutan," kata Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto dalam keterangan pers, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Syngenta Dukung Swasembada Pangan Melalui Pemberdayaan Petani Perempuan
Menurut Eryanto, teknologi ADEPIDYN™ dirancang untuk memberikan perlindungan penyakit yang lebih efektif dan konsisten pada tanaman padi, termasuk di tengah kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi. Produk tersebut juga memiliki ketahanan terhadap hujan dengan perlindungan hingga 14 hari setelah aplikasi sehingga membantu menjaga kesehatan tanaman dan meningkatkan potensi hasil panen.
Peluncuran MIRAVIS Duo® mendapat dukungan pemerintah daerah karena dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Cilacap Cicik Setyorini mengatakan inovasi perlindungan tanaman diperlukan untuk membantu petani mengelola risiko penyakit yang dapat memengaruhi hasil panen.
“Kami menyambut baik inovasi perlindungan tanaman yang dapat membantu petani mengelola risiko penyakit, terutama di tengah cuaca yang semakin sulit diprediksi. Kami berharap teknologi seperti ini dapat diadopsi dengan bijak sesuai rekomendasi sehingga produktivitas dan kualitas panen padi di Cilacap terus meningkat,” ujarnya.
Kabupaten Cilacap merupakan salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia dengan perkiraan produksi mencapai 855.042 ton gabah kering giling (GKG). Pada 2025, daerah tersebut juga mencatat surplus beras lebih dari 321 ribu ton sehingga menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
Syngenta menyebut MIRAVIS Duo® memiliki tiga keunggulan utama, yakni menghasilkan gabah sehat berkilau, menjaga daun bendera tetap hijau dan bersih, serta meningkatkan produktivitas tanaman. Produk ini diklaim mampu diserap tanaman dalam waktu enam jam dan memberikan perlindungan yang merata ke seluruh bagian tanaman.
Daun bendera yang lebih hijau dan bersih dinilai mampu meningkatkan efisiensi fotosintesis sehingga tanaman dapat memanfaatkan cahaya matahari dan air secara optimal. Kondisi tersebut pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen.
Baca Juga: Syngenta Edukasi Petani Hadapi Tantangan Resistensi Hama
Peluncuran produk dihadiri lebih dari 600 petani yang juga menyaksikan langsung hasil penerapan MIRAVIS Duo® di lahan percontohan. Sejumlah petani yang telah menguji produk tersebut mengaku memperoleh hasil panen yang lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.
"Setelah aplikasi, saya melihat perbedaan. Gabah menjadi lebih sehat dan berkilau, daun bendera lebih hijau dan bersih, serta hasil panen meningkat dibandingkan musim sebelumnya," kata Musodik, petani padi asal Cilacap yang telah mencoba produk tersebut di lahannya.
Setelah diperkenalkan di Cilacap, Syngenta berencana memperluas peluncuran MIRAVIS Duo® ke berbagai sentra produksi beras lainnya di Indonesia guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian, ketahanan pangan nasional, dan target swasembada beras pemerintah.
Peluncuran yang digelar di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada 4 Juni 2026 itu menjadi tonggak penting karena Indonesia tercatat sebagai negara pertama di dunia yang memperkenalkan teknologi ADEPIDYN™ khusus untuk budidaya padi.
"Syngenta Indonesia berkomitmen menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan nyata di lapangan. Peluncuran MIRAVIS Duo® untuk padi adalah wujud nyata dari visi Petani MAJU, yaitu membantu petani meningkatkan hasil panen untuk keuntungan maksimal, mempercepat inovasi teknologi fungisida sesuai kebutuhan petani, serta memperkuat kolaborasi agar teknologi pertanian digunakan sesuai rekomendasi demi hasil yang optimal dan berkelanjutan," kata Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto dalam keterangan pers, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Syngenta Dukung Swasembada Pangan Melalui Pemberdayaan Petani Perempuan
Menurut Eryanto, teknologi ADEPIDYN™ dirancang untuk memberikan perlindungan penyakit yang lebih efektif dan konsisten pada tanaman padi, termasuk di tengah kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi. Produk tersebut juga memiliki ketahanan terhadap hujan dengan perlindungan hingga 14 hari setelah aplikasi sehingga membantu menjaga kesehatan tanaman dan meningkatkan potensi hasil panen.
Peluncuran MIRAVIS Duo® mendapat dukungan pemerintah daerah karena dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Cilacap Cicik Setyorini mengatakan inovasi perlindungan tanaman diperlukan untuk membantu petani mengelola risiko penyakit yang dapat memengaruhi hasil panen.
“Kami menyambut baik inovasi perlindungan tanaman yang dapat membantu petani mengelola risiko penyakit, terutama di tengah cuaca yang semakin sulit diprediksi. Kami berharap teknologi seperti ini dapat diadopsi dengan bijak sesuai rekomendasi sehingga produktivitas dan kualitas panen padi di Cilacap terus meningkat,” ujarnya.
Kabupaten Cilacap merupakan salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia dengan perkiraan produksi mencapai 855.042 ton gabah kering giling (GKG). Pada 2025, daerah tersebut juga mencatat surplus beras lebih dari 321 ribu ton sehingga menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
Syngenta menyebut MIRAVIS Duo® memiliki tiga keunggulan utama, yakni menghasilkan gabah sehat berkilau, menjaga daun bendera tetap hijau dan bersih, serta meningkatkan produktivitas tanaman. Produk ini diklaim mampu diserap tanaman dalam waktu enam jam dan memberikan perlindungan yang merata ke seluruh bagian tanaman.
Daun bendera yang lebih hijau dan bersih dinilai mampu meningkatkan efisiensi fotosintesis sehingga tanaman dapat memanfaatkan cahaya matahari dan air secara optimal. Kondisi tersebut pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen.
Baca Juga: Syngenta Edukasi Petani Hadapi Tantangan Resistensi Hama
Peluncuran produk dihadiri lebih dari 600 petani yang juga menyaksikan langsung hasil penerapan MIRAVIS Duo® di lahan percontohan. Sejumlah petani yang telah menguji produk tersebut mengaku memperoleh hasil panen yang lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.
"Setelah aplikasi, saya melihat perbedaan. Gabah menjadi lebih sehat dan berkilau, daun bendera lebih hijau dan bersih, serta hasil panen meningkat dibandingkan musim sebelumnya," kata Musodik, petani padi asal Cilacap yang telah mencoba produk tersebut di lahannya.
Setelah diperkenalkan di Cilacap, Syngenta berencana memperluas peluncuran MIRAVIS Duo® ke berbagai sentra produksi beras lainnya di Indonesia guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian, ketahanan pangan nasional, dan target swasembada beras pemerintah.
(nng)
Lihat Juga :