IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Sabtu, 06 Juni 2026 - 09:24 WIB
loading...
IHSG sepekan mengalami koreksi 8,69% pada periode 2-5 Juni 2026 dibandingkan pekan sebelumnya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sepekan mengalami koreksi 8,69% pada periode 2-5 Juni 2026 dibandingkan pekan sebelumnya. Indeks berakhir di level 5.594 pada perdagangan, Jumat (5/6/2026), atau turun 532 poin dibanding pekan sebelumnya.
Penurunan indeks ini juga dibarengi dengan penyusutan market cap yang juga turun 8,59% dari Rp10.729 pada pekan lalu, menjadi Rp9.807 triliun pada pekan ini. Volume transaksi harian meningkat 8,66% menjadi 33.628 miliar lembar saham ditransaksikan rerata per hari senilai Rp26,96 triliun.
Baca Juga: IHSG Merana, Ini Daftar Saham Cuan dan Boncos dalam Sepekan
Selama sepekan terpantau pergerakan IHSG masih cukup terbatas, hal tersebut dapat dilihat dari capaian level tertinggi dalam sepekan yaitu 6.264 atau lebih rendah 0,36% dari capaian pekan lalu. Indeks juga sempat berada di level terendah yakni 5.594.
Adapun dari sisi transaksi, investor asing masih mencatat net sell sebesar Rp7,38 triliun dalam sepekan. Sementara investor domestik justru net buy sebesar Rp7,39 triliun. Jumlah net sell asing ini terhitung lebih rendah dibanding pekan lalu sebesar Rp12,34 triliun.
Tercatat 727 emiten saham mengalami koreksi lebih dari 2 persen dalam sepekan ini, 45 emiten terkoreksi kurang dari 2%, 125 emiten stagnan, 21 emiten menguat di bawah 2%, dan 4 emiten yang menguat di atas 2%.
Baca Juga: IHSG Sempat Anjlok Parah ke Level Terendah, Pekan Ini Berpeluang Cetak Rebound Terbatas
Berdasarkan sektoral, tekanan indeks pada pekan ini diperberat oleh sektor transportasi dan logistik yang turun paling tajam 14,08%, diikuti sektor industrials 13,32%, sektor infrastruktur tertekan 11,62%, sektor properti tertekan 11,33%, sektor basic materials tertekan 10,855, sektor energi tertekan 10,32%, dan sektor consumer non cyclicals tertekan 10,04%.
Sementara sektor teknologi tertekan 9,11 persen, sektor healthcare tertekan 9,96%, sektor consumer cyclicals tertekan 8,29%, dan sektor keuangan tertekan 6,74%.
Penurunan indeks ini juga dibarengi dengan penyusutan market cap yang juga turun 8,59% dari Rp10.729 pada pekan lalu, menjadi Rp9.807 triliun pada pekan ini. Volume transaksi harian meningkat 8,66% menjadi 33.628 miliar lembar saham ditransaksikan rerata per hari senilai Rp26,96 triliun.
Baca Juga: IHSG Merana, Ini Daftar Saham Cuan dan Boncos dalam Sepekan
Selama sepekan terpantau pergerakan IHSG masih cukup terbatas, hal tersebut dapat dilihat dari capaian level tertinggi dalam sepekan yaitu 6.264 atau lebih rendah 0,36% dari capaian pekan lalu. Indeks juga sempat berada di level terendah yakni 5.594.
Adapun dari sisi transaksi, investor asing masih mencatat net sell sebesar Rp7,38 triliun dalam sepekan. Sementara investor domestik justru net buy sebesar Rp7,39 triliun. Jumlah net sell asing ini terhitung lebih rendah dibanding pekan lalu sebesar Rp12,34 triliun.
Tercatat 727 emiten saham mengalami koreksi lebih dari 2 persen dalam sepekan ini, 45 emiten terkoreksi kurang dari 2%, 125 emiten stagnan, 21 emiten menguat di bawah 2%, dan 4 emiten yang menguat di atas 2%.
Baca Juga: IHSG Sempat Anjlok Parah ke Level Terendah, Pekan Ini Berpeluang Cetak Rebound Terbatas
Berdasarkan sektoral, tekanan indeks pada pekan ini diperberat oleh sektor transportasi dan logistik yang turun paling tajam 14,08%, diikuti sektor industrials 13,32%, sektor infrastruktur tertekan 11,62%, sektor properti tertekan 11,33%, sektor basic materials tertekan 10,855, sektor energi tertekan 10,32%, dan sektor consumer non cyclicals tertekan 10,04%.
Sementara sektor teknologi tertekan 9,11 persen, sektor healthcare tertekan 9,96%, sektor consumer cyclicals tertekan 8,29%, dan sektor keuangan tertekan 6,74%.
(akr)
Lihat Juga :