IHSG Sempat Anjlok Parah ke Level Terendah, Pekan Ini Berpeluang Cetak Rebound Terbatas

Senin, 25 Mei 2026 - 08:32 WIB
loading...
IHSG Sempat Anjlok Parah...
IHSG pekan ini diproyeksikan berpeluang cetak rebound terbatas dalam rentang 6.318-6.45, setelah mengalami tekanan hebat pada periode 18–22 Mei 2026 dengan koreksi tajam sebesar -8,35%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mengalami tekanan hebat pada periode 18-22 Mei 2026 dengan koreksi tajam sebesar -8,35% ke level 6.162,045, bahkan sempat menyentuh level terendah tahun ini di posisi 5.966. Menurut Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari, kejatuhan ini dipicu oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang meningkatkan sikap menghindari risiko (risk-off) di kalangan investor.

Dari sisi eksternal, pasar dibayangi oleh sikap hawkish The Fed yang diprediksi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer), sehingga memicu penguatan dolar AS dan menekan nilai tukar Rupiah. Sementara dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps demi menjaga stabilitas mata uang justru menimbulkan kekhawatiran terkait perlambatan likuiditas ekonomi.

“Kekhawatiran investor sempat diperparah oleh rencana implementasi kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis seperti batu bara. Namun, munculnya rumor penundaan kebijakan tersebut hingga 1 Januari 2027 berhasil memicu rebound signifikan pada akhir pekan, khususnya didorong oleh lonjakan sektor basic materials (6,85%) dan energi (4,84%),” jelasnya.

Baca Juga: 10 Saham Paling Boncos dalam Sepekan, Terparah Ambles 53,49 Persen

Di tengah sikap wait and see pelaku pasar menanti hasil review FTSE Russell, aksi jual investor asing terpantau masih berlanjut dengan catatan net sell Rp309,52 miliar di akhir pekan. Tekanan ini menyebabkan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia ikut terpangkas sebesar 10,06% menjadi Rp10.635 triliun dari pekan sebelumnya.

Meskipun IHSG melemah tajam, aktivitas perdagangan justru mencatat peningkatan likuiditas dengan rata-rata nilai transaksi harian naik 15,68% menjadi Rp21,77 triliun. Hal ini mengindikasikan adanya aktivitas distribusi dan reposisi portofolio yang tinggi oleh investor di tengah pasar yang diperkirakan masih akan bergerak sangat volatil dalam jangka pendek.



Sentimen Global dan Domestik Pekan Ini

Menurut Brigita, pergerakan indeks utama Wall Street dalam sepekan kedepan (25-29 Mei) diperkirakan masih akan bergerak volatil dengan kecenderungan variatif (mixed). Hal ini terjadi setelah pasar sepanjang pekan 18–22 Mei 2026 dipengaruhi oleh kombinasi sentimen geopolitik di Timur Tengah, pergerakan imbal hasil (yield) obligasi AS, serta adanya rotasi di sektor teknologi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
Polda Metro Jaya Terjunkan...
Polda Metro Jaya Terjunkan 4.131 Personel Kawal Demo di Jakarta Hari Ini
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved