10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

Minggu, 07 Juni 2026 - 09:04 WIB
loading...
10 Negara Produsen Pertanian...
Daftar negara produsen pertanian terbesar di dunia. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian global sekaligus sumber penghidupan bagi hampir 1 miliar orang di seluruh dunia. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan, sejumlah negara tampil sebagai produsen komoditas pertanian terbesar dengan dukungan teknologi, lahan luas, serta kebijakan yang mendorong produktivitas.

Dikutip dari Stars Insider, China menempati posisi sebagai produsen pertanian terbesar di dunia dengan produksi utama berupa padi, gandum, jagung, kedelai, kapas, dan kentang, serta menyerap lebih dari 300 juta tenaga kerja di sektor pertanian, berdasarkan data yang dirangkum Agrolearner.

China berada di peringkat pertama berkat transformasi pertanian berbasis teknologi dan keberlanjutan. Sektor ini berkontribusi sekitar 8% terhadap produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.

Baca Juga: Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?

Di posisi kedua ditempati Amerika Serikat (AS) dikenal sebagai pemimpin teknologi pertanian modern sekaligus produsen jagung terbesar dunia. Kontribusi sektor pertanian, pangan, dan industri terkait di AS mencapai sekitar 5,5% dari PDB atau setara USD1,537 triliun pada 2023.

Brasil menempati urutan ketiga dengan kekuatan utama pada komoditas kedelai, kopi, jagung, daging sapi, dan jeruk. Sekitar 41% wilayah negara tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Posisi berikutnya ditempati India yang menjadi salah satu produsen terbesar padi, gandum, kapas, tebu, serta berbagai buah tropis dan rempah-rempah. Sektor pertanian India juga menyerap sekitar 45,5% tenaga kerja nasional.



Rusia berada di posisi kelima dengan dukungan lebih dari 23 juta hektare lahan budidaya yang sebagian besar digunakan untuk memproduksi gandum, jelai, oat, dan jagung. Sektor ini menyumbang sekitar 6% terhadap PDB Rusia dan mempekerjakan sekitar 16% penduduknya.

Prancis dan Meksiko menempati peringkat keenam dan ketujuh. Prancis dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Eropa dengan lebih dari 700 ribu unit usaha pertanian, sementara Meksiko unggul dalam produksi gandum, tebu, jagung, cabai, alpukat, dan kedelai. Di kedua negara tersebut, pertanian tetap menjadi sektor penting bagi perekonomian nasional.

Baca Juga: Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia

Jepang, meski memiliki keterbatasan lahan, berhasil membangun pertanian berteknologi tinggi yang produktif, terutama untuk komoditas padi. Adapun Jerman menjadi salah satu produsen utama pertanian di Uni Eropa dengan fokus pada praktik pertanian berkelanjutan dan organik. Turki melengkapi daftar 10 besar berkat kondisi iklim yang mendukung serta kemampuan memenuhi kebutuhan pangan domestiknya secara mandiri.

Sementara, Indonesia belum masuk dalam daftar 10 produsen pertanian terbesar dunia berdasarkan volume produksi komoditas. Namun, sektor pertanian memegang peran strategis dalam perekonomian nasional, terutama sebagai penopang ketahanan pangan dan penyerap tenaga kerja di pedesaan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 34,71 juta ton atau meningkat 13,36% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara produksi padi diperkirakan mencapai 60,25 juta ton gabah kering giling (GKG).
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Rekomendasi
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved