Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID

Minggu, 07 Juni 2026 - 10:17 WIB
loading...
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga mendukung ketahanan pangan nasional melalui berbagai program Community Involvement and Development (CID). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat dukungannya terhadap ketahanan pangan nasional melalui berbagai program Community Involvement and Development (CID) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal di wilayah operasional perusahaan. Melalui program tersebut, perusahaan tidak hanya berupaya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga menciptakan sumber penghasilan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

"Sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan sarapan anak-anak bisa terpenuhi dari hasil ternak ini," kata anggota Kelompok Habonaron, Asih, dalam keterangan pers, Minggu (7/6/2026).

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Inovasi Engineering Melalui PINDEX 2026

Salah satu program unggulan dijalankan di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, melalui pengembangan budidaya ikan nila berbasis teknologi bioflok. Program ini menjadi alternatif mata pencaharian bagi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan laut yang kerap dipengaruhi kondisi cuaca, keterbatasan sarana perikanan, serta ancaman abrasi.



Dengan teknologi bioflok, masyarakat dapat membudidayakan ikan nila dengan masa panen sekitar empat hingga enam bulan. Program tersebut juga didukung pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp yang mampu menghemat biaya listrik hingga Rp9,3 juta per tahun sekaligus mengurangi emisi karbon sekitar 5,52 ton CO2 per tahun.

Di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pematang Siantar mengembangkan program Siantar Habonaron, sebuah model urban farming terpadu yang memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Dex Series dan Sesuaikan Harga Pertamax Turbo Mulai 1 Juni

Program ini mengintegrasikan peternakan ayam petelur, budidaya sayuran, serta pengelolaan limbah organik dan maggot. Hasilnya, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga dari produksi telur dan sayuran, sekaligus menerapkan sistem pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dalam program tersebut, limbah kotoran ayam dimanfaatkan sebagai media tanam, sementara sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pakan maggot yang kemudian digunakan kembali sebagai pakan ternak. Pola ini menciptakan siklus pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan sekaligus menekan biaya produksi.

Sementara, Corporate Secretary, Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyampaikan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Karena itu, kami terus menghadirkan program-program yang mengoptimalkan potensi lokal, mendorong kemandirian ekonomi, serta menciptakan manfaat sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga menegaskan akan terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pengembangan budidaya perikanan dan pertanian terpadu, perusahaan berharap dapat mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Sinergi Polri-Swasta...
Sinergi Polri-Swasta Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah
Kalimantan Selatan Jaga...
Kalimantan Selatan Jaga Stabilitas Pangan di Tengah Tekanan Inflasi
Cadangan Beras Hampir...
Cadangan Beras Hampir Tembus 5 Juta Ton, Bukti Nyata Perkuat Ketahanan Pangan
Cadangan Beras Pemerintah...
Cadangan Beras Pemerintah Menuju 5 Juta Ton, Mentan Amran: Aman 11 Bulan ke Depan
Dorong Ketahanan Pangan,...
Dorong Ketahanan Pangan, Asuransi Jasindo Gelar Program Pengembangan Beras Sehat di Karawang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
Rekomendasi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Berita Terkini
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved