BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF

Selasa, 09 Juni 2026 - 18:09 WIB
loading...
BI Sangkal Cadangan...
Bank Indonesia (BI) menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia tetap berada pada level yang aman meskipun nilai tukar rupiah menghadapi tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Bank sentral membantah spekulasi yang menyebut cadangan devisa mulai menipis akibat intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah.

"Lebih dari cukup. BI itu selalu mengukur berapa jumlah cadangan devisa yang cukup," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Kompleks DPR RI, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga: Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter

Perry menjelaskan BI menggunakan standar internasional yang ditetapkan Dana Moneter Internasional (IMF) melalui indikator Adequacy Reserve Asset (ARA) untuk mengukur kecukupan cadangan devisa. Berdasarkan indikator tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia saat ini masih berada di atas 115% dari batas kecukupan yang direkomendasikan.

Menurut dia, cadangan devisa yang dimiliki Indonesia masih mampu menjadi penyangga menghadapi berbagai risiko eksternal, termasuk gejolak pasar keuangan dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Karena itu, BI meminta pelaku pasar dan masyarakat tidak khawatir terhadap kemampuan bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter. "Jadi jangan khawatir, jumlah cadangan devisa lebih dari cukup," ujar Perry.



Meski demikian, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 tercatat turun tipis menjadi 144,9 miliar dolar AS dari 146,2 miliar dolar AS pada April 2026. Penurunan tersebut terjadi di tengah berbagai kebutuhan transaksi pemerintah dan langkah stabilisasi pasar keuangan.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain pembayaran kewajiban utang luar negeri pemerintah, transaksi penerimaan dan pengeluaran devisa negara, serta operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan

Menurut Ramdan, secara fungsional posisi cadangan devisa pada akhir Mei setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Rasio tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada pada kisaran tiga bulan impor.

BI menilai ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga berkat stabilitas ekonomi domestik dan prospek pertumbuhan yang relatif kuat. Dengan dukungan cadangan devisa yang memadai, bank sentral optimistis mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved