Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:02 WIB
loading...
Krisis Energi Global,...
China dan perusahaan energi raksasa Arab Saudi, Saudi Aramco, menggelar pembicaraan mengenai keamanan energi global. FOTO/Zawya
A A A
BEIJING - China dan perusahaan energi raksasa Arab Saudi, Saudi Aramco, menggelar pembicaraan mengenai keamanan energi global serta kerja sama minyak dan gas di tengah gejolak pasar yang dipicu gangguan jalur perdagangan energi dunia. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua pihak menjaga stabilitas pasokan energi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

"Perusahaan-perusahaan China dan Arab Saudi perlu memperkuat komunikasi, memperdalam kerja sama, dan secara hati-hati mengelola berbagai risiko," kata Wakil Administrator Administrasi Energi Nasional (NEA) China Song Hongkun dalam pertemuan dengan Presiden Bisnis Hilir Saudi Aramco Mohammed Y. Al Qahtani di Beijing, sebagaimana dikutip Zawya, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak

Pertemuan yang berlangsung Selasa lalu itu digelar saat pasar energi global menghadapi tekanan akibat terganggunya arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pejabat bertukar pandangan mengenai keamanan energi internasional dan peluang memperluas kerja sama bilateral di sektor minyak dan gas. Kedua pihak juga membahas langkah-langkah untuk menjaga kelancaran pasokan energi di tengah meningkatnya risiko geopolitik.

Selat Hormuz selama ini menjadi jalur transit bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan yang terjadi di kawasan tersebut telah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global dan mendorong kenaikan volatilitas harga minyak.



Sebagai salah satu pemasok minyak terbesar bagi China, Arab Saudi memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi negara dengan konsumsi minyak terbesar di dunia tersebut. Sementara itu, Beijing terus menjaga diversifikasi sumber pasokan guna memperkuat ketahanan energinya.

Situasi di Timur Tengah juga memaksa kedua negara menyesuaikan strategi logistik dan rantai pasok untuk memastikan distribusi minyak dan gas tetap berjalan lancar meski kondisi pasar global bergejolak.

Pertemuan itu berlangsung di tengah intensifnya diplomasi China terkait konflik regional yang melibatkan Iran. Pada April lalu, Presiden China Xi Jinping dalam pembicaraan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menegaskan pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional demi kepentingan bersama negara-negara kawasan dan komunitas global.

Baca Juga: Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina

Hubungan energi China dan Arab Saudi terus menguat dalam beberapa tahun terakhir. Saudi Aramco bahkan menjadikan China sebagai pasar strategis utama, termasuk melalui pembangunan kompleks kilang dan petrokimia senilai sekitar 10 miliar dolar AS di Provinsi Liaoning yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun ini.

Pertemuan di Beijing tersebut menegaskan urgensi menjaga arus energi global di tengah berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah yang masih membayangi pasar komoditas dan berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian dunia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Rekomendasi
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Timnas Indonesia U-19...
Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Berita Terkini
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved