Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:19 WIB
loading...
Indodax Perkuat Pengawasan...
CEO Indodax William Sutanto. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Indodax menjalin kerja sama strategis dengan Chainalysis, platform data blockchain global, untuk memperkuat sistem kepatuhan, manajemen risiko, dan perlindungan pengguna di tengah pertumbuhan industri aset kripto Indonesia yang semakin pesat. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar keamanan dan tata kelola industri yang semakin terhubung dengan ekosistem kripto global.

"Sebagai licensed crypto exchange Indonesia, kami tidak hanya dituntut untuk bertumbuh dari sisi bisnis, tetapi juga memperkuat sistem kepatuhan, manajemen risiko, dan perlindungan pengguna. Kolaborasi kami dengan Chainalysis menjadi langkah strategis untuk memastikan Indodax tetap berada di garis depan dalam menerapkan standar keamanan dan kepatuhan di tengah industri kripto yang semakin kompleks," kata CEO Indodax William Sutanto dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: Indodax Soroti Pentingnya Perlindungan Konsumen di Era Keuangan Digital

Melalui implementasi solusi Chainalysis Crypto Compliance, Indodax memperkuat kemampuan pemantauan aktivitas blockchain secara real time guna mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi potensi risiko dengan lebih cepat dan akurat. Teknologi tersebut juga mendukung pengawasan transaksi serta peningkatan skala operasional dengan tetap mengedepankan perlindungan pengguna.

William mengatakan penguatan infrastruktur kepatuhan kini menjadi fondasi penting dalam membangun industri aset kripto yang sehat, terpercaya, dan berkelanjutan. Menurut dia, kepercayaan pengguna harus dibangun melalui transparansi, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang kuat dalam jangka panjang.

Chainalysis merupakan perusahaan penyedia solusi investigasi, kepatuhan, dan intelijen pasar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan oleh pemerintah, bursa aset digital, institusi keuangan, hingga perusahaan keamanan siber di lebih dari 70 negara. Teknologi yang dikembangkan perusahaan tersebut telah membantu berbagai lembaga dalam menangani kejahatan siber sekaligus mendukung terciptanya ekosistem aset digital yang lebih aman dan transparan.



Berdasarkan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam adopsi aset kripto. Indonesia juga tercatat sebagai pasar aset kripto terbesar keempat di Asia berdasarkan nilai transaksi yang diterima, dengan pertumbuhan mencapai 103 persen secara tahunan.

Regional Director ASEAN Chainalysis Diederik Van Wersch menilai pertumbuhan industri kripto yang sangat cepat perlu diimbangi dengan sistem kepatuhan dan pengawasan risiko yang semakin kuat.

"Indonesia merupakan salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Dukungan teknologi AI dan analisis data blockchain memungkinkan potensi risiko teridentifikasi secara real time sehingga dapat ditangani lebih cepat dan akurat. Kami melihat Indodax menunjukkan komitmen kuat dalam membangun fondasi tersebut," ujar Diederik.

Baca Juga: Indodax dan HashKey Exchange Kerja Sama Perkuat Standar Keamanan Aset Kripto

Melalui kerja sama ini, Indodax menargetkan peningkatan efisiensi operasional kepatuhan, percepatan proses investigasi internal, serta penguatan kemampuan mitigasi terhadap aktivitas mencurigakan di jaringan blockchain.

Kolaborasi Indodax dan Chainalysis diharapkan dapat memperkuat infrastruktur kepatuhan dan pengawasan risiko industri kripto nasional, sekaligus meningkatkan efektivitas pemantauan transaksi dan perlindungan pengguna sejalan dengan perkembangan standar regulasi internasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Indodax Pastikan Industri Kripto Kian Matang
Catcrs Luncurkan Dana...
Catcrs Luncurkan Dana Darurat untuk Antisipasi Risiko Kripto
OJK Catat 21 Juta Pengguna...
OJK Catat 21 Juta Pengguna Kripto di RI, Indodax Kuasai 46,5%
Strategi DCA Dinilai...
Strategi DCA Dinilai Efektif Redam Volatilitas Pasar Kripto
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
Upbit Indonesia Gelar...
Upbit Indonesia Gelar Roadshow Edukasi Kripto di Bulan Literasi 2026
Rekomendasi
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Terkenal Fanatik, Suporter...
Terkenal Fanatik, Suporter Argentina Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved