Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Kekhawatiran terhadap pasokan global sebelumnya juga disampaikan JPMorgan pada April memperkirakan cadangan minyak mentah komersial negara-negara OECD dapat mendekati batas operasional minimum sekitar 842 juta barel apabila blokade Selat Hormuz terus berlanjut. Sementara, Saudi Aramco memperingatkan stok bensin dan bahan bakar jet global berpotensi mencapai tingkat yang sangat rendah menjelang musim panas.
Baca Juga: Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Meski demikian, pelaku pasar memproyeksikan tekanan terhadap stok minyak residu mulai mereda dalam beberapa pekan mendatang. Peningkatan pasokan dari kawasan Barat serta bertambahnya pengiriman solar dan gasoil asal India diperkirakan membantu mengisi kembali persediaan di Singapura.
Selain itu, menyempitnya selisih harga antara pasar Timur dan Barat membuat pengiriman kargo energi ke Asia menjadi lebih menguntungkan dibandingkan ke pasar di sebelah barat Terusan Suez. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan arus pasokan menuju Singapura sebagai salah satu pusat distribusi energi utama di kawasan.
Tanda-tanda pemulihan mulai terlihat pada stok distilat ringan seperti nafta dan bensin yang naik ke level tertinggi dalam dua pekan menjadi 12,66 juta barel. Pasokan tambahan terutama berasal dari Arab Saudi dan India, sementara ekspor bersih solar melonjak hampir lima kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya dengan tujuan Filipina, Vietnam, Australia, dan Malaysia.
Baca Juga: Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Meski demikian, pelaku pasar memproyeksikan tekanan terhadap stok minyak residu mulai mereda dalam beberapa pekan mendatang. Peningkatan pasokan dari kawasan Barat serta bertambahnya pengiriman solar dan gasoil asal India diperkirakan membantu mengisi kembali persediaan di Singapura.
Selain itu, menyempitnya selisih harga antara pasar Timur dan Barat membuat pengiriman kargo energi ke Asia menjadi lebih menguntungkan dibandingkan ke pasar di sebelah barat Terusan Suez. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan arus pasokan menuju Singapura sebagai salah satu pusat distribusi energi utama di kawasan.
Tanda-tanda pemulihan mulai terlihat pada stok distilat ringan seperti nafta dan bensin yang naik ke level tertinggi dalam dua pekan menjadi 12,66 juta barel. Pasokan tambahan terutama berasal dari Arab Saudi dan India, sementara ekspor bersih solar melonjak hampir lima kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya dengan tujuan Filipina, Vietnam, Australia, dan Malaysia.
(nng)
Lihat Juga :