Nggak Perlu Repot ke Kantor Cabang, Buka Tabungan Bank Mandiri Bisa Online
Senin, 21 September 2020 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
"Masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah jauh dari layanan perbankan. Ini adalah solusi untuk menjawab kebutuhan mereka. Buktinya kemarin ada cerita dari Pulau Weh, ada nasabah mencoba buka rekening online dan ini bisa dilakukan," ujar Wildan Pratama, AVP Digital Online Onboarding Bank Mandiri menceritakan testimoni nasabah.
Baca Juga: Oktober Nanti Bank Mandiri Bakal Punya Dirut Baru, Siapa Ya?
Ke depannya, diharapkan layanan buka rekening daring bisa menjadi pilihan utama masyarakat saat hendak membuka tabungan di Bank Mandiri. "Bank Mandiri akan terus tawarkan berbagai variasi dan inovasi lain untuk masyarakat. Stabilitas dan keamanan sistem juga kami pastikan agar nasabah tak perlu khawatir akan data-datanya," ujarnya.
Hingga semester I tahun ini, ada Rp976,56 triliun dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola Bank Mandiri. Dana tersebut tersebar di 23 juta rekening milik nasabah perseroan. Jumlah DPK ini tumbuh 15,8 persen sejak periode yang sama tahun lalu. Apabila dirinci, nilai DPK di atas terdiri dari giro sebesar Rp246,54 triliun, tabungan Rp357,88 triliun, dan simpanan berjangka (deposito) Rp372,14 triliun.
Baca Juga: Oktober Nanti Bank Mandiri Bakal Punya Dirut Baru, Siapa Ya?
Ke depannya, diharapkan layanan buka rekening daring bisa menjadi pilihan utama masyarakat saat hendak membuka tabungan di Bank Mandiri. "Bank Mandiri akan terus tawarkan berbagai variasi dan inovasi lain untuk masyarakat. Stabilitas dan keamanan sistem juga kami pastikan agar nasabah tak perlu khawatir akan data-datanya," ujarnya.
Hingga semester I tahun ini, ada Rp976,56 triliun dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola Bank Mandiri. Dana tersebut tersebar di 23 juta rekening milik nasabah perseroan. Jumlah DPK ini tumbuh 15,8 persen sejak periode yang sama tahun lalu. Apabila dirinci, nilai DPK di atas terdiri dari giro sebesar Rp246,54 triliun, tabungan Rp357,88 triliun, dan simpanan berjangka (deposito) Rp372,14 triliun.
(nng)