Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
Ia menilai energi bukan lagi sekadar komponen biaya operasional, melainkan fondasi utama daya saing industri. Perusahaan yang gagal mengendalikan biaya energi berisiko mengalami penyusutan margin usaha secara bertahap hingga kehilangan kemampuan bersaing di pasar.
Dalam forum tersebut, Kunadi juga menepis anggapan bahwa investasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) masih terlalu mahal. Menurut dia, banyak pelaku industri hanya berfokus pada biaya investasi awal tanpa memperhitungkan manfaat jangka panjang yang dapat diperoleh melalui penghematan energi selama puluhan tahun.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Mada Ayu Habsari menilai periode 2026-2028 menjadi momentum penting bagi percepatan adopsi PLTS di sektor industri. Saat ini, sektor manufaktur tercatat sebagai pengguna terbesar PLTS atap di Indonesia dan menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.
Baca Juga: Pengoperasian PLTS Atap di Surabaya, Komitmen Energi Bersih dan Perkuat Daya Saing Global
Lihat Juga :