Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan, skema FPSO memungkinkan gas diproses langsung di laut sebelum dikirim ke pasar. Model ini dinilai lebih cepat dan efisien dari sisi biaya investasi sehingga dapat mempercepat pengambilan keputusan investasi atau Final Investment Decision (FID). Namun, dampak ekonomi langsung bagi Aceh dinilai relatif terbatas karena penyerapan tenaga kerja dan aktivitas industri di darat tidak terlalu besar.
Sebaliknya, pembangunan fasilitas pengolahan di darat membutuhkan investasi infrastruktur yang lebih besar dan waktu yang lebih panjang. Meski demikian, model tersebut berpotensi menciptakan hingga 10.000 lapangan kerja, menyediakan pasokan gas untuk pembangkit listrik dan industri pupuk, serta meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
Untuk menjembatani kedua kepentingan tersebut, Jose mengusulkan sekitar 60% produksi gas diproses melalui FPSO guna menjaga keekonomian proyek dan memberikan kepastian bagi investor. Sementara 40% sisanya dialirkan ke fasilitas pengolahan di darat yang dapat dibangun di Lhokseumawe.
"Jangan semua di laut. Jangan semua di darat. Bagi dua, 60% gas diproses di FPSO agar investor yakin dan FID 2026 berjalan. Selebihnya, 40% gas dipipa ke OPF mini di Lhokseumawe untuk memasok kebutuhan listrik dan industri di Aceh," katanya.
Sebaliknya, pembangunan fasilitas pengolahan di darat membutuhkan investasi infrastruktur yang lebih besar dan waktu yang lebih panjang. Meski demikian, model tersebut berpotensi menciptakan hingga 10.000 lapangan kerja, menyediakan pasokan gas untuk pembangkit listrik dan industri pupuk, serta meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
Untuk menjembatani kedua kepentingan tersebut, Jose mengusulkan sekitar 60% produksi gas diproses melalui FPSO guna menjaga keekonomian proyek dan memberikan kepastian bagi investor. Sementara 40% sisanya dialirkan ke fasilitas pengolahan di darat yang dapat dibangun di Lhokseumawe.
"Jangan semua di laut. Jangan semua di darat. Bagi dua, 60% gas diproses di FPSO agar investor yakin dan FID 2026 berjalan. Selebihnya, 40% gas dipipa ke OPF mini di Lhokseumawe untuk memasok kebutuhan listrik dan industri di Aceh," katanya.
Lihat Juga :