Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Senin, 15 Juni 2026 - 08:51 WIB
loading...
PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahan bakar minyak (BBM) yang disalurkan ke konsumen produk berkualitas. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memastikan bahan bakar minyak (BBM) yang disalurkan ke konsumen, seperti bensin, solar, dan avtur, merupakan produk berkualitas. Hal itu dilakukan dengan proses produksi BBM yang ketat, mulai dari pengolahan di kilang, pengujian di laboratorium, sebelum sampai ke tangan konsumen.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, salah satu upaya menjaga mutu BBM dari kilang Pertamina adalah dengan proses pengelolaan impurities (zat pengotor). Proses ini adalah proses mereduksi zat pengotor yang secara alami terbawa dalam minyak mentah. Impurities adalah kandungan seperti sulfur, garam, asam naftenat, nitrogen, serta logam berat seperti nikel, vanadium, dan merkuri.
“Proses ini mencegah agar zat-zat tersebut tidak mengontaminasi minyak mentah dan menghambat kinerja kilang sehingga produk kilang tetap terjaga kualitasnya,” ujar Roberth dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Inovasi Engineering Melalui PINDEX 2026
Pengelolaan impurities menurutnya sangat vital bagi kelangsungan operasional industri hilir migas. "Dan yang terpenting adalah untuk menjaga kepercayaan publik pada kualitas produk-produk BBM yang dihasilkan Pertamina Patra Niaga," tegasnya.
Roberth menjelaskan, ada tiga tahapan pengelolaan impurities di enam kilang yang beroperasi di bawah Pertamina Patra Niaga. Pertama, menjaga fleksibilitas operasi kilang melalui seleksi dan pencampuran crude menggunakan Crude Acceptance Matrix (CAM) dan blending , sehingga crude berimpuritas tinggi tetap bisa diolah dengan aman.
Selanjutnya, tahap pre-treatment dan chemical treatment untuk menurunkan kadar air, garam, sulfur, nitrogen, serta logam, didukung teknologi desalter, hydrotreating, dan injeksi bahan kimia pelindung korosi. Tahap akhir, asset integrity and reliability, yang memastikan kilang beroperasi aman dan berkelanjutan dengan material anti-korosi, inspeksi berkala, serta pemeliharaan rutin.
“Hasil dari tiga tahapan tersebut adalah BBM berkualitas tinggi dan ramah terhadap lingkungan. Dengan pengelolaan impurities, kilang mampu menghasilkan BBM standar Euro 4 yang kandungan sulfurnya lebih rendah seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamina Dex,” jelas Roberth.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Buka Akses Program Rekrutmen lewat Aplikasi MyPertamina
Dia menambahkan, keunggulan produk Euro 4 membuat mesin mobil lebih awet karena minim korosi sehingga usia mesin lebih panjang. Konsumsi BBM juga lebih hemat karena pembakaran lebih efisien. BBM standar Euro 4 juga ramah lingkungan. Emisinya yang lebih rendah mengurangi polusi udara, sehingga juga mendukung kesehatan masyarakat.
“Pengelolaan impurities tak hanya menjaga keandalan kilang yang beroperasi di bawah Pertamina Patra Niaga, tetapi juga memberikan konsumen pengalaman berkendara yang lebih nyaman. Upaya ini sekaligus menjadi fondasi komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi nasional yang berkelanjutan dan berkualitas prima,” tutupnya.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, salah satu upaya menjaga mutu BBM dari kilang Pertamina adalah dengan proses pengelolaan impurities (zat pengotor). Proses ini adalah proses mereduksi zat pengotor yang secara alami terbawa dalam minyak mentah. Impurities adalah kandungan seperti sulfur, garam, asam naftenat, nitrogen, serta logam berat seperti nikel, vanadium, dan merkuri.
“Proses ini mencegah agar zat-zat tersebut tidak mengontaminasi minyak mentah dan menghambat kinerja kilang sehingga produk kilang tetap terjaga kualitasnya,” ujar Roberth dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Inovasi Engineering Melalui PINDEX 2026
Pengelolaan impurities menurutnya sangat vital bagi kelangsungan operasional industri hilir migas. "Dan yang terpenting adalah untuk menjaga kepercayaan publik pada kualitas produk-produk BBM yang dihasilkan Pertamina Patra Niaga," tegasnya.
Roberth menjelaskan, ada tiga tahapan pengelolaan impurities di enam kilang yang beroperasi di bawah Pertamina Patra Niaga. Pertama, menjaga fleksibilitas operasi kilang melalui seleksi dan pencampuran crude menggunakan Crude Acceptance Matrix (CAM) dan blending , sehingga crude berimpuritas tinggi tetap bisa diolah dengan aman.
Selanjutnya, tahap pre-treatment dan chemical treatment untuk menurunkan kadar air, garam, sulfur, nitrogen, serta logam, didukung teknologi desalter, hydrotreating, dan injeksi bahan kimia pelindung korosi. Tahap akhir, asset integrity and reliability, yang memastikan kilang beroperasi aman dan berkelanjutan dengan material anti-korosi, inspeksi berkala, serta pemeliharaan rutin.
“Hasil dari tiga tahapan tersebut adalah BBM berkualitas tinggi dan ramah terhadap lingkungan. Dengan pengelolaan impurities, kilang mampu menghasilkan BBM standar Euro 4 yang kandungan sulfurnya lebih rendah seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamina Dex,” jelas Roberth.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Buka Akses Program Rekrutmen lewat Aplikasi MyPertamina
Dia menambahkan, keunggulan produk Euro 4 membuat mesin mobil lebih awet karena minim korosi sehingga usia mesin lebih panjang. Konsumsi BBM juga lebih hemat karena pembakaran lebih efisien. BBM standar Euro 4 juga ramah lingkungan. Emisinya yang lebih rendah mengurangi polusi udara, sehingga juga mendukung kesehatan masyarakat.
“Pengelolaan impurities tak hanya menjaga keandalan kilang yang beroperasi di bawah Pertamina Patra Niaga, tetapi juga memberikan konsumen pengalaman berkendara yang lebih nyaman. Upaya ini sekaligus menjadi fondasi komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi nasional yang berkelanjutan dan berkualitas prima,” tutupnya.
(nng)
Lihat Juga :