Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Selasa, 16 Juni 2026 - 09:00 WIB
loading...
Sentimen pasar global kembali membaik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal mengakhiri konflik. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sentimen pasar global kembali membaik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. Meredanya ketidakpastian geopolitik tersebut mendorong investor kembali masuk ke aset dengan volatilitas tinggi, termasuk kripto sehingga harga Bitcoin sempat menembus level USD65.900 pada Senin (15/6).
"Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya," ujar Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, seperti dikutip Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD63.900 hingga USD65.900 atau naik sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Penguatan tersebut menempatkan Bitcoin hampir 8% di atas level terendah pekan lalu yang sempat berada di bawah USD60.900.
Tak hanya Bitcoin, mayoritas aset kripto utama juga mencatatkan penguatan. Ethereum naik sekitar 5,1% ke level USD1.758, Solana menguat 6,6% menjadi USD72,6, sementara XRP bertambah 7,1% ke USD1,2. Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu aset dengan kenaikan tertinggi di antara kripto berkapitalisasi besar setelah menguat sekitar 11,6% ke level USD67,8.
Penguatan pasar kripto terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global. Setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari empat persen menuju kisaran USD83 per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani prospek ekonomi global.
Pada saat yang sama, pasar saham Asia menguat, kontrak berjangka indeks saham AS bergerak positif, dan tekanan terhadap dolar AS mulai mereda. Hal ini menunjukkan bahwa investor secara bertahap kembali mengambil posisi di aset-aset berisiko tinggi seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah. Di tengah sentimen yang mulai membaik, Aloysia mengingatkan bahwa keberlanjutan tren positif ini masih bergantung pada berbagai faktor lain.
"Investor masih perlu mencermati arus dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, perkembangan regulasi, kebijakan moneter global, serta kondisi likuiditas global. Kami melihat penting bagi investor untuk tetap memperhatikan perkembangan pasar secara menyeluruh," tambahnya.
Baca Juga: Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pasar adalah pergerakan arus dana pada ETF Bitcoin Spot di AS. Dalam sepekan terakhir, instrumen tersebut mencatatkan outflow USD1,72 miliar yang menunjukkan bahwa sebagian investor institusional masih bersikap hati-hati terhadap aset dengan karakteristik volatil.
Selain sentimen geopolitik, pasar juga masih mencermati sejumlah faktor fundamental yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan Bitcoin ke depan. Minat investor institusional yang tercermin dari arus dana ETF menjadi salah satu penentu utama apakah penguatan Bitcoin dapat berlanjut dalam waktu dekat.
"Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya," ujar Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, seperti dikutip Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD63.900 hingga USD65.900 atau naik sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Penguatan tersebut menempatkan Bitcoin hampir 8% di atas level terendah pekan lalu yang sempat berada di bawah USD60.900.
Tak hanya Bitcoin, mayoritas aset kripto utama juga mencatatkan penguatan. Ethereum naik sekitar 5,1% ke level USD1.758, Solana menguat 6,6% menjadi USD72,6, sementara XRP bertambah 7,1% ke USD1,2. Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu aset dengan kenaikan tertinggi di antara kripto berkapitalisasi besar setelah menguat sekitar 11,6% ke level USD67,8.
Penguatan pasar kripto terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global. Setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari empat persen menuju kisaran USD83 per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani prospek ekonomi global.
Pada saat yang sama, pasar saham Asia menguat, kontrak berjangka indeks saham AS bergerak positif, dan tekanan terhadap dolar AS mulai mereda. Hal ini menunjukkan bahwa investor secara bertahap kembali mengambil posisi di aset-aset berisiko tinggi seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah. Di tengah sentimen yang mulai membaik, Aloysia mengingatkan bahwa keberlanjutan tren positif ini masih bergantung pada berbagai faktor lain.
"Investor masih perlu mencermati arus dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, perkembangan regulasi, kebijakan moneter global, serta kondisi likuiditas global. Kami melihat penting bagi investor untuk tetap memperhatikan perkembangan pasar secara menyeluruh," tambahnya.
Baca Juga: Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pasar adalah pergerakan arus dana pada ETF Bitcoin Spot di AS. Dalam sepekan terakhir, instrumen tersebut mencatatkan outflow USD1,72 miliar yang menunjukkan bahwa sebagian investor institusional masih bersikap hati-hati terhadap aset dengan karakteristik volatil.
Selain sentimen geopolitik, pasar juga masih mencermati sejumlah faktor fundamental yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan Bitcoin ke depan. Minat investor institusional yang tercermin dari arus dana ETF menjadi salah satu penentu utama apakah penguatan Bitcoin dapat berlanjut dalam waktu dekat.
(nng)
Lihat Juga :