Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Selasa, 16 Juni 2026 - 19:51 WIB
loading...
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau proyek Indonesia Paralympic Training Center (IPTC), Senin (15/6). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau proyek Indonesia Paralympic Training Center (IPTC), Senin (15/6), untuk memastikan pengembangan fasilitas pelatihan atlet paralimpiade nasional berjalan sesuai kebutuhan pengguna. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah bersama PT Nindya Karya (Persero) dalam mendukung pembinaan atlet difabel melalui penyediaan sarana olahraga yang memadai dan berstandar internasional.
"Pasti kita bangun skybridge. Jadi nanti supaya teman-teman tidak kesulitan untuk moving ke tempat lainnya. Terkait genset hybrid, kemarin sebetulnya harusnya sudah ada, namun karena ada penambahan kuota daya, sempat ditunda. Sekarang ini menjadi prioritas," kata Dody dalam keterangan pers, Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: Kurangi Ketergantungan Impor, Nindya Karya Bangun Tambak Garam di Rote Ndao
Dody menyampaikan adanya penyesuaian rencana pengembangan kawasan IPTC. Pemerintah memprioritaskan pembangunan Gedung Edukasi dan Gelanggang Olahraga (GOR) Tahap II yang dinilai lebih mendesak untuk mendukung proses pembinaan atlet paralimpiade.
Menurut dia, langkah tersebut diambil berdasarkan kebutuhan aktual yang disampaikan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia sebagai pengguna utama fasilitas. Selain Gedung Edukasi berkapasitas sekitar 400 orang, pemerintah juga akan membangun pusat pelatihan untuk cabang olahraga beregu.
Pengembangan kawasan IPTC juga mencakup pembangunan skybridge yang menghubungkan antarbangunan guna meningkatkan aksesibilitas atlet, serta penguatan sistem kelistrikan melalui penyediaan genset hybrid untuk menunjang kenyamanan dan keamanan aktivitas di kawasan tersebut.
Sebagai kontraktor pelaksana proyek, PT Nindya Karya menyambut baik arah pengembangan yang berfokus pada kebutuhan atlet dan pengguna fasilitas. Perseroan menilai penyesuaian tersebut sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat optimal dan berkelanjutan bagi pembinaan olahraga difabel di Indonesia.
Pembangunan fasilitas tambahan itu akan melengkapi kawasan IPTC yang telah berdiri di atas lahan lebih dari 80.000 meter persegi. Kawasan tersebut dilengkapi berbagai sarana olahraga berstandar internasional, mulai dari arena cabang olahraga paralimpiade, kolam renang, lapangan sepak bola, lintasan atletik, hingga hunian atlet yang dirancang dengan memperhatikan aspek kenyamanan dan aksesibilitas.
Baca Juga: Nindya Karya Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh dan Sumatera
Kunjungan Menteri PU menjadi momentum untuk memastikan setiap tahapan pengembangan IPTC tetap berorientasi pada kebutuhan atlet. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan pelatihan yang mendukung peningkatan prestasi atlet paralimpiade Indonesia.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, NPC Indonesia, dan Nindya Karya, kawasan IPTC terus dikembangkan sebagai pusat pembinaan olahraga paralimpiade yang modern, inklusif, dan berstandar internasional. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem olahraga difabel nasional sekaligus mempersiapkan atlet Indonesia menghadapi berbagai ajang kompetisi dunia.
Bagi Nindya Karya, keterlibatan dalam pembangunan IPTC menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung kemajuan olahraga nasional. Pengembangan kawasan ini diharapkan dapat membuka peluang lahirnya prestasi-prestasi baru sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam mewujudkan kesetaraan kesempatan bagi seluruh atlet untuk meraih prestasi terbaik.
"Pasti kita bangun skybridge. Jadi nanti supaya teman-teman tidak kesulitan untuk moving ke tempat lainnya. Terkait genset hybrid, kemarin sebetulnya harusnya sudah ada, namun karena ada penambahan kuota daya, sempat ditunda. Sekarang ini menjadi prioritas," kata Dody dalam keterangan pers, Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: Kurangi Ketergantungan Impor, Nindya Karya Bangun Tambak Garam di Rote Ndao
Dody menyampaikan adanya penyesuaian rencana pengembangan kawasan IPTC. Pemerintah memprioritaskan pembangunan Gedung Edukasi dan Gelanggang Olahraga (GOR) Tahap II yang dinilai lebih mendesak untuk mendukung proses pembinaan atlet paralimpiade.
Menurut dia, langkah tersebut diambil berdasarkan kebutuhan aktual yang disampaikan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia sebagai pengguna utama fasilitas. Selain Gedung Edukasi berkapasitas sekitar 400 orang, pemerintah juga akan membangun pusat pelatihan untuk cabang olahraga beregu.
Pengembangan kawasan IPTC juga mencakup pembangunan skybridge yang menghubungkan antarbangunan guna meningkatkan aksesibilitas atlet, serta penguatan sistem kelistrikan melalui penyediaan genset hybrid untuk menunjang kenyamanan dan keamanan aktivitas di kawasan tersebut.
Sebagai kontraktor pelaksana proyek, PT Nindya Karya menyambut baik arah pengembangan yang berfokus pada kebutuhan atlet dan pengguna fasilitas. Perseroan menilai penyesuaian tersebut sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat optimal dan berkelanjutan bagi pembinaan olahraga difabel di Indonesia.
Pembangunan fasilitas tambahan itu akan melengkapi kawasan IPTC yang telah berdiri di atas lahan lebih dari 80.000 meter persegi. Kawasan tersebut dilengkapi berbagai sarana olahraga berstandar internasional, mulai dari arena cabang olahraga paralimpiade, kolam renang, lapangan sepak bola, lintasan atletik, hingga hunian atlet yang dirancang dengan memperhatikan aspek kenyamanan dan aksesibilitas.
Baca Juga: Nindya Karya Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh dan Sumatera
Kunjungan Menteri PU menjadi momentum untuk memastikan setiap tahapan pengembangan IPTC tetap berorientasi pada kebutuhan atlet. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan pelatihan yang mendukung peningkatan prestasi atlet paralimpiade Indonesia.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, NPC Indonesia, dan Nindya Karya, kawasan IPTC terus dikembangkan sebagai pusat pembinaan olahraga paralimpiade yang modern, inklusif, dan berstandar internasional. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem olahraga difabel nasional sekaligus mempersiapkan atlet Indonesia menghadapi berbagai ajang kompetisi dunia.
Bagi Nindya Karya, keterlibatan dalam pembangunan IPTC menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung kemajuan olahraga nasional. Pengembangan kawasan ini diharapkan dapat membuka peluang lahirnya prestasi-prestasi baru sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam mewujudkan kesetaraan kesempatan bagi seluruh atlet untuk meraih prestasi terbaik.
(nng)
Lihat Juga :