Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
Kamis, 18 Juni 2026 - 08:21 WIB
loading...
A
A
A
Penerimaan dari pengelolaan aset dan layanan tersebut dikembalikan untuk membiayai peningkatan kualitas infrastruktur serta pelayanan publik di Batam. Model tersebut menciptakan siklus pembangunan yang produktif, yakni penerimaan kawasan digunakan kembali untuk meningkatkan daya saing kawasan.
Pengelolaan Kawasan Semakin Profesional
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi dan kemandirian PNBP merupakan hasil dari perbaikan pelayanan, percepatan perizinan, serta penguatan koordinasi dengan pelaku usaha.
“Kemandirian finansial ini harus terus diperkuat dengan pelayanan investasi yang cepat, transparan, dan terukur. Semakin tinggi kepercayaan investor, semakin besar pula aktivitas ekonomi dan penerimaan kawasan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk pembangunan Batam,” ujar Fary Francis.
Menurutnya, BP Batam akan terus meningkatkan kualitas tata kelola investasi, termasuk melalui digitalisasi pelayanan, pemantauan realisasi investasi secara real-time, dan percepatan penyelesaian kendala yang dihadapi pelaku usaha.
Melalui penguatan tata kelola kawasan, optimalisasi PNBP, dan pertumbuhan investasi yang berkelanjutan, BP Batam berkomitmen mempertahankan Batam sebagai kawasan ekonomi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Model pembiayaan ini menjadikan Batam memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sebagian besar daerah lain di Indonesia. Jika banyak program pembangunan daerah masih bergantung pada transfer anggaran pemerintah pusat, BP Batam mampu mengelola sumber pendapatannya sendiri melalui aktivitas ekonomi kawasan. Semakin tinggi investasi, perdagangan, dan aktivitas industri yang terjadi di Batam, semakin besar pula potensi PNBP yang dapat digunakan kembali untuk mendukung pembangunan.
Kemandirian pembiayaan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap anggaran pemerintah pusat, tetapi juga membuktikan bahwa pengelolaan kawasan yang profesional mampu memberikan nilai tambah langsung bagi perekonomian dan keuangan negara.
Pengelolaan Kawasan Semakin Profesional
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi dan kemandirian PNBP merupakan hasil dari perbaikan pelayanan, percepatan perizinan, serta penguatan koordinasi dengan pelaku usaha.
“Kemandirian finansial ini harus terus diperkuat dengan pelayanan investasi yang cepat, transparan, dan terukur. Semakin tinggi kepercayaan investor, semakin besar pula aktivitas ekonomi dan penerimaan kawasan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk pembangunan Batam,” ujar Fary Francis.
Menurutnya, BP Batam akan terus meningkatkan kualitas tata kelola investasi, termasuk melalui digitalisasi pelayanan, pemantauan realisasi investasi secara real-time, dan percepatan penyelesaian kendala yang dihadapi pelaku usaha.
Melalui penguatan tata kelola kawasan, optimalisasi PNBP, dan pertumbuhan investasi yang berkelanjutan, BP Batam berkomitmen mempertahankan Batam sebagai kawasan ekonomi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Model pembiayaan ini menjadikan Batam memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sebagian besar daerah lain di Indonesia. Jika banyak program pembangunan daerah masih bergantung pada transfer anggaran pemerintah pusat, BP Batam mampu mengelola sumber pendapatannya sendiri melalui aktivitas ekonomi kawasan. Semakin tinggi investasi, perdagangan, dan aktivitas industri yang terjadi di Batam, semakin besar pula potensi PNBP yang dapat digunakan kembali untuk mendukung pembangunan.
Kemandirian pembiayaan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap anggaran pemerintah pusat, tetapi juga membuktikan bahwa pengelolaan kawasan yang profesional mampu memberikan nilai tambah langsung bagi perekonomian dan keuangan negara.
(unt)
Lihat Juga :