Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:28 WIB
loading...
Harga BBM Naik 37%,...
Kenaikan harga BBM menjadi momentum strategis untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sekitar 37% yang berlaku sejak 10 Juni 2026 dinilai menjadi momentum strategis untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Di tengah meningkatnya biaya energi dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, transisi menuju kendaraan listrik dipandang dapat mengurangi ketergantungan terhadap BBM sekaligus menekan beban fiskal negara dalam jangka panjang.

"Bagi pemerintah, ini jangan diposisikan sebagai beban, melainkan peluang untuk memimpin perubahan yang didukung dan diharapkan oleh mayoritas masyarakat. Efek jangka panjangnya kita akan mengurangi subsidi BBM yang tinggi," ujar Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) Budi Setiyadi seperti dikutip, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?

Menurut Budi, setiap kendaraan listrik yang menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil akan mengurangi konsumsi BBM secara permanen dan memperkecil eksposur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap fluktuasi harga energi global. Kondisi tersebut dinilai semakin relevan karena hampir 20% pengeluaran rumah tangga dialokasikan untuk kebutuhan kendaraan, mulai dari pembelian, perawatan, pajak, hingga bahan bakar.



Sementara, 96,8% pengguna kendaraan listrik mengaku siap merekomendasikan kendaraan tersebut kepada orang lain karena biaya operasional yang lebih rendah, perawatan yang lebih mudah, dan pajak yang lebih ringan.

Pihaknya menilai, dukungan masyarakat yang tinggi perlu direspons dengan kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan. Diharapkan harga kendaraan listrik semakin terjangkau dan mendukung peningkatan produksi kendaraan rendah emisi di dalam negeri.

Baca Juga: Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter

Sementara, Sekretaris Jenderal AISMOLI Hanggoro Ananta Khrisna mengatakan industri telah mempersiapkan diri untuk mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik, mulai dari ketersediaan unit hingga jaringan distribusi. Menurut dia, yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian regulasi dan arah kebijakan jangka panjang yang mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Industri dan konsumen telah menunjukkan kesiapan yang sama. Kini saatnya pemerintah mengambil peran kepemimpinan, tidak hanya untuk momen ini, tetapi untuk membangun ekosistem kebijakan yang memberi industri kepastian jangka panjang. Kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan adalah fondasi yang memungkinkan investasi tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan manfaat nyata dirasakan masyarakat melalui penghematan biaya transportasi dan peningkatan daya beli," ujar Hanggoro.

Dia menambahkan percepatan transisi kendaraan listrik membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri, dan konsumen. Dengan dukungan regulasi yang jelas, investasi yang berkelanjutan, serta tingginya minat masyarakat. "Indonesia dinilai memiliki peluang besar membangun industri kendaraan listrik yang kompetitif sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor BBM secara permanen," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Rekomendasi
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved