Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Kamis, 18 Juni 2026 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
“Sekarang yang penting adalah story-nya. Bagaimana Pertamina bisa menunjukkan perannya dalam menopang pembangunan nasional dan mengomunikasikan itu ke dunia,” ujar Yuswohady.
Terkait arah bisnis ke depan, Yuswohady menilai Pertamina harus tetap fokus pada sektor energi sambil memperkuat diversifikasi yang masih berkaitan erat dengan bisnis intinya. Ia menyoroti potensi besar industri petrokimia yang dinilai lebih realistis dan cepat menghasilkan nilai ekonomi dibanding beberapa sektor energi baru terbarukan yang masih membutuhkan waktu panjang untuk mencapai profitabilitas.
“Kalau masuk ke petrokimia, hasilnya lebih terlihat dan relevan dengan bisnis inti Pertamina. Ini juga bisa memperkuat kemandirian industri nasional,” katanya.
Sebagai pembanding, Yuswohady menilai Arab Saudi dengan perusahaan minyak terbesar di dunia, Aramco dapat menjadi referensi penting bagi Pertamina. Menurutnya, keberhasilan Aramco tidak hanya terletak pada skala bisnisnya, tetapi juga pada kemampuannya membangun narasi transformasi yang selaras dengan visi nasional Arab Saudi.
“Aramco berhasil menciptakan citra global yang kuat karena transformasinya mendukung visi Saudi Arabia 2030 untuk mengurangi ketergantungan pada minyak. Pertamina perlu belajar dari sana, bagaimana perusahaan energi besar tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga menjadi penggerak transformasi ekonomi dan nation branding bagi negaranya,” ujarnya.
Terkait arah bisnis ke depan, Yuswohady menilai Pertamina harus tetap fokus pada sektor energi sambil memperkuat diversifikasi yang masih berkaitan erat dengan bisnis intinya. Ia menyoroti potensi besar industri petrokimia yang dinilai lebih realistis dan cepat menghasilkan nilai ekonomi dibanding beberapa sektor energi baru terbarukan yang masih membutuhkan waktu panjang untuk mencapai profitabilitas.
“Kalau masuk ke petrokimia, hasilnya lebih terlihat dan relevan dengan bisnis inti Pertamina. Ini juga bisa memperkuat kemandirian industri nasional,” katanya.
Sebagai pembanding, Yuswohady menilai Arab Saudi dengan perusahaan minyak terbesar di dunia, Aramco dapat menjadi referensi penting bagi Pertamina. Menurutnya, keberhasilan Aramco tidak hanya terletak pada skala bisnisnya, tetapi juga pada kemampuannya membangun narasi transformasi yang selaras dengan visi nasional Arab Saudi.
“Aramco berhasil menciptakan citra global yang kuat karena transformasinya mendukung visi Saudi Arabia 2030 untuk mengurangi ketergantungan pada minyak. Pertamina perlu belajar dari sana, bagaimana perusahaan energi besar tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga menjadi penggerak transformasi ekonomi dan nation branding bagi negaranya,” ujarnya.
(wur)
Lihat Juga :