Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Kamis, 18 Juni 2026 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
“Salah satu indikator negara maju adalah kemampuannya memasukkan perusahaan-perusahaan besar ke dalam Fortune Southeast Asia 500. Itu menjadi cerminan kekuatan ekonomi sebuah negara,” jelasnya.
Meski demikian, Yuswohady mengingatkan bahwa upaya meningkatkan peringkat di Fortune Southeast Asia 500 tidaklah mudah karena persaingan yang sangat ketat. Apalagi pemeringkatan tersebut didasarkan pada pendapatan operasional, bukan valuasi pasar. Ia mengatakan, fokus utama Pertamina seharusnya bukan semata mengejar kenaikan peringkat, melainkan memperkuat kualitas bisnis dan transformasi perusahaan.
Baca Juga : Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
“Lebih terpenting adalah bagaimana terus memperbaiki aspek kualitatif, seperti tata kelola, inovasi, dan kemampuan menciptakan nilai jangka panjang,” katanya.
Ia menilai Pertamina perlu memanfaatkan eksposur global yang diperoleh dari Fortune Southeast Asia 500 untuk membangun narasi yang lebih kuat mengenai kontribusinya terhadap pembangunan nasional. Menurutnya, perusahaan energi milik negara itu harus mampu menunjukkan bagaimana aktivitas bisnisnya mendukung agenda pembangunan Indonesia, baik kepada publik domestik maupun internasional.
Meski demikian, Yuswohady mengingatkan bahwa upaya meningkatkan peringkat di Fortune Southeast Asia 500 tidaklah mudah karena persaingan yang sangat ketat. Apalagi pemeringkatan tersebut didasarkan pada pendapatan operasional, bukan valuasi pasar. Ia mengatakan, fokus utama Pertamina seharusnya bukan semata mengejar kenaikan peringkat, melainkan memperkuat kualitas bisnis dan transformasi perusahaan.
Baca Juga : Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
“Lebih terpenting adalah bagaimana terus memperbaiki aspek kualitatif, seperti tata kelola, inovasi, dan kemampuan menciptakan nilai jangka panjang,” katanya.
Ia menilai Pertamina perlu memanfaatkan eksposur global yang diperoleh dari Fortune Southeast Asia 500 untuk membangun narasi yang lebih kuat mengenai kontribusinya terhadap pembangunan nasional. Menurutnya, perusahaan energi milik negara itu harus mampu menunjukkan bagaimana aktivitas bisnisnya mendukung agenda pembangunan Indonesia, baik kepada publik domestik maupun internasional.
Lihat Juga :