Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:03 WIB
loading...
Bekasi Fajar Cetak Laba...
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk melaporkan kinerja perusahaan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk menargetkan penjualan lahan (marketing sales) sebesar Rp600 miliar pada 2026 setelah membukukan laba bersih Rp30 miliar sepanjang 2025. Perseroan optimistis kinerja akan terus membaik seiring pengembangan kawasan industri MM2100 dan meningkatnya permintaan dari berbagai sektor industri.

"Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp427 miliar yang utamanya ditopang dari penjualan lahan sebesar Rp220 miliar dan sisanya berasal dari recurring income seperti maintenance fee, service charges, air, dan sewa sebesar Rp207 miliar. Laba bersih Perseroan pada tahun 2025 mencapai Rp30 miliar," ujar Media Relations PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk Rika Mandasari di Jakarta, Kamis (10/6/2026).

Baca Juga: LG Tepis Isu Keluar dari Pasar TV dan Menjual Bisnisnya ke Hisense

Rika menjelaskan, sepanjang 2025 perseroan mencatatkan penjualan lahan seluas 15 hektare dengan nilai mencapai Rp422 miliar. Kinerja tersebut turut menjadi dasar keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 untuk memperkuat modal kerja dengan tidak membagikan dividen.

Menurut dia, dana yang tersedia akan difokuskan untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan di tengah dinamika ekonomi global.

Kinerja perseroan juga menunjukkan perbaikan pada kuartal I 2026. Bekasi Fajar mencatat pendapatan sebesar Rp90 miliar, meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp45 miliar.

"Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan berulang dari Rp45 miliar menjadi Rp54 miliar, serta mulai adanya kontribusi dari penjualan lahan. Dari sisi profitabilitas, Bekasi Fajar berhasil membalikkan kondisi keuangan dari rugi bersih Rp33 miliar pada kuartal pertama 2025 menjadi laba bersih Rp9 miliar pada kuartal pertama 2026," ujar Rika.



Untuk mencapai target marketing sales Rp600 miliar pada tahun ini, perseroan membidik sejumlah sektor potensial, antara lain pergudangan dan logistik, barang konsumsi, makanan dan minuman (F&B), serta pusat data (data center).

Bekasi Fajar juga melanjutkan pengembangan kawasan BeFa MM2100, termasuk pembangunan Cluster Data Center untuk mengakomodasi kebutuhan industri berbasis teknologi tinggi. Selain itu, perusahaan mengembangkan segmen komersial melalui BeFa Industrial Hub yang menawarkan bangunan pabrik standar multiguna guna menciptakan sumber pendapatan baru.

Baca Juga: Sebelum Merger, PTPP Fokus Restrukturisasi dan Penguatan Bisnis Konstruksi

Rika menambahkan, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun mengembangkan kawasan industri, perseroan meyakini nilai kawasan MM2100 akan terus meningkat seiring pembangunan berbagai proyek infrastruktur strategis nasional yang meningkatkan aksesibilitas kawasan.

Kawasan MM2100 akan memperoleh manfaat dari sejumlah proyek besar, seperti Jalan Tol JORR II Cibitung-Cilincing, pengembangan LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, perluasan Pelabuhan Tanjung Priok, serta pembangunan Pelabuhan Patimban. Dengan dukungan infrastruktur tersebut, perseroan optimistis kawasan MM2100 akan semakin menarik bagi investor dan pelaku industri dalam beberapa tahun mendatang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
Upaya Peningkatan Target...
Upaya Peningkatan Target Penjualan, MNC Finance Gelar Agent Gathering Bersama CarDekho Group
MeToo Catat Penjualan...
MeToo Catat Penjualan Pasta Gigi Pemutih Lebih 8 Juta Buah
Efek Nataru, Penjualan...
Efek Nataru, Penjualan Ritel Tumbuh Tertinggi dalam Dua Tahun
Daya Beli Masih Lesu,...
Daya Beli Masih Lesu, Penjualan Mobil Astra Turun 16,41%
Heboh! Penjualan Mobil...
Heboh! Penjualan Mobil Nasional April 2026 Tembus 80 Ribu Unit, Rekor Baru Pasca-Lebaran
Hyundai Pecah Rekor...
Hyundai Pecah Rekor Pendapatan Rp537 Triliun, tapi Kok Labanya Anjlok?
Inilah 5 Merek Mobil...
Inilah 5 Merek Mobil Paling Tidak Laku di Indonesia
Rekomendasi
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved