Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
Jum'at, 19 Juni 2026 - 11:47 WIB
loading...
A
A
A
Dalam mendukung pemerataan energi, perusahaan memperluas Program BBM Satu Harga yang kini telah hadir di 588 titik di seluruh Indonesia. Pertamina Patra Niaga juga mengoperasikan 421 SPBU Nelayan guna mendukung produktivitas sektor perikanan dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Penguatan infrastruktur energi nasional terus dilakukan melalui pengoperasian lebih dari 125 terminal BBM, 40 terminal LPG, 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), jaringan pipa, armada mobil tangki, kapal, hingga dukungan transportasi udara. Selama 2025, perusahaan juga meningkatkan kapasitas fasilitas penyimpanan strategis, termasuk pengembangan TBBM Maumere dan penyelesaian commissioning pembangunan TBBM Tanjung Batu tahap pertama.
Di sisi lain, Program Subsidi Tepat BBM dan LPG diperkuat melalui integrasi sistem digital yang telah diterapkan di 513 kabupaten/kota guna memastikan penyaluran subsidi lebih akurat dan tepat sasaran. Pertamina Patra Niaga juga memperluas layanan energi rendah emisi melalui Pertamax Green 95 yang hingga 2025 tersedia di 180 SPBU serta pengembangan bioenergi dan Sustainable Aviation Fuel (SAF/Bioavtur) untuk mendukung transisi energi nasional.
Roberth menambahkan perusahaan akan terus memperkuat perannya sebagai perusahaan distribusi dan perdagangan energi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penguatan ketahanan energi, pemerataan akses energi, dan pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Penguatan infrastruktur energi nasional terus dilakukan melalui pengoperasian lebih dari 125 terminal BBM, 40 terminal LPG, 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), jaringan pipa, armada mobil tangki, kapal, hingga dukungan transportasi udara. Selama 2025, perusahaan juga meningkatkan kapasitas fasilitas penyimpanan strategis, termasuk pengembangan TBBM Maumere dan penyelesaian commissioning pembangunan TBBM Tanjung Batu tahap pertama.
Di sisi lain, Program Subsidi Tepat BBM dan LPG diperkuat melalui integrasi sistem digital yang telah diterapkan di 513 kabupaten/kota guna memastikan penyaluran subsidi lebih akurat dan tepat sasaran. Pertamina Patra Niaga juga memperluas layanan energi rendah emisi melalui Pertamax Green 95 yang hingga 2025 tersedia di 180 SPBU serta pengembangan bioenergi dan Sustainable Aviation Fuel (SAF/Bioavtur) untuk mendukung transisi energi nasional.
Roberth menambahkan perusahaan akan terus memperkuat perannya sebagai perusahaan distribusi dan perdagangan energi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penguatan ketahanan energi, pemerataan akses energi, dan pembangunan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :