Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Jum'at, 19 Juni 2026 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu sembilan dari 19 pembuat kebijakan Fed memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini, memperkuat ekspektasi bahwa biaya pinjaman dapat tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Baca Juga: Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Adapun the Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu, tetapi komentar dari Ketua Kevin Warsh ditafsirkan oleh pasar sebagai sangat agresif, meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah dan mengangkat dolar AS ke level terkuatnya dalam lebih dari setahun.
Meskipun ekspektasi inflasi yang lebih rendah biasanya akan mendukung kebijakan moneter yang lebih longgar, investor malah fokus pada kesediaan Fed yang diperbarui untuk memperketat kebijakan lebih lanjut jika tekanan harga terus berlanjut.
Dari sentimen domestik, Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengumumkan peringkat kriteria arus informasi. Lembaga itu menyatakan peringkat kriteria arus informasi (information flow) Indonesia menjadi negatif dalam laporan 2026 Global Market Accessibility Review.
Keputusan ini diambil setelah MSCI kembali menyuarakan kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham serta indikasi perdagangan semu atau terkoordinasi di pasar saham tanah air.
Penurunan peringkat ini mencerminkan minimnya transparansi pada data kepemilikan saham dan aktivitas pasar. Kondisi tersebut dinilai merusak proses pembentukan harga yang wajar serta membatasi kemampuan investor global dalam mengukur jumlah saham beredar (free float) yang sebenarnya dari perusahaan-perusahaan tercatat.
Baca Juga: Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Adapun the Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu, tetapi komentar dari Ketua Kevin Warsh ditafsirkan oleh pasar sebagai sangat agresif, meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah dan mengangkat dolar AS ke level terkuatnya dalam lebih dari setahun.
Meskipun ekspektasi inflasi yang lebih rendah biasanya akan mendukung kebijakan moneter yang lebih longgar, investor malah fokus pada kesediaan Fed yang diperbarui untuk memperketat kebijakan lebih lanjut jika tekanan harga terus berlanjut.
Dari sentimen domestik, Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengumumkan peringkat kriteria arus informasi. Lembaga itu menyatakan peringkat kriteria arus informasi (information flow) Indonesia menjadi negatif dalam laporan 2026 Global Market Accessibility Review.
Keputusan ini diambil setelah MSCI kembali menyuarakan kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham serta indikasi perdagangan semu atau terkoordinasi di pasar saham tanah air.
Penurunan peringkat ini mencerminkan minimnya transparansi pada data kepemilikan saham dan aktivitas pasar. Kondisi tersebut dinilai merusak proses pembentukan harga yang wajar serta membatasi kemampuan investor global dalam mengukur jumlah saham beredar (free float) yang sebenarnya dari perusahaan-perusahaan tercatat.
Lihat Juga :