Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:14 WIB
loading...
Dukung Pendanaan UMKM,...
PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) alam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) memperkuat penerapan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko guna mendukung perluasan akses pendanaan bagi masyarakat, khususnya segmen unbanked dan underbanked. Langkah tersebut dilakukan di tengah masih besarnya kebutuhan akses kredit masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani lembaga keuangan formal.

“Di tengah masih besarnya kebutuhan akses kredit, perluasan akses pendanaan harus berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Oleh karena itu, Easycash berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen sebagai fondasi dalam menghadirkan akses pendanaan yang luas bagi masyarakat,” kata Direktur Utama PT Indonesia Fintopia Technology Nucky Poedjiardjo dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dikutip Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik

Mengacu pada White Paper Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Mandala Consulting, akses layanan keuangan formal masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Data World Bank menunjukkan sekitar 48 persen penduduk dewasa Indonesia masih berada dalam kategori underbanked. Sementara Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi keuangan perbankan baru mencapai sekitar 70 persen pada 2025.

Nucky mengatakan layanan keuangan digital, termasuk pinjaman daring (pindar), dapat menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kesenjangan akses kredit sekaligus mendukung percepatan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Sejak berdiri pada 2017, Easycash yang berizin dan diawasi OJK telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 10 juta penerima dana dengan total akumulasi pinjaman mencapai Rp96,67 triliun.



Salah satu penerima manfaat pendanaan Easycash, petani asal Jember Ifa Maria Ulfa, mengaku akses pinjaman membantu memenuhi kebutuhan modal usaha tani, terutama pembelian pupuk untuk tanaman cabai dan padi ketika modal usaha terbatas.

“Dana yang saya dapatkan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan pembelian pupuk saat modal sedang terbatas. Proses pencairannya cepat sehingga saya bisa tetap menjalankan usaha tani tanpa harus menunda kebutuhan produksi,” ujar Ifa.

Baca Juga: Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon

Selain memperluas akses pendanaan, Easycash juga memperkuat fungsi pengawasan, manajemen risiko, sistem pengendalian internal, kepatuhan, audit internal dan eksternal, serta transparansi pengelolaan perusahaan sejalan dengan implementasi POJK Nomor 40 Tahun 2024. Menurut perusahaan, langkah tersebut penting untuk menjaga kesehatan perusahaan sekaligus meningkatkan perlindungan konsumen.

Easycash akan terus memperluas akses pendanaan bagi masyarakat serta mendorong peningkatan literasi keuangan melalui berbagai program edukasi seperti MOJANG (Modul Bijak Keuangan) dan platform edukasi ChatPindar agar masyarakat semakin bijak memanfaatkan layanan keuangan digital.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Implementasi Biodiesel...
Implementasi Biodiesel B50 Tak Cukup dengan Kapasitas Produksi, Sistem Pendanaan Harus Diperkuat
Hubungkan Inovator Lokal...
Hubungkan Inovator Lokal dengan Jaringan Modal Internasional di The 2026 Asia Grassroots Forum
Dirjen AHU: Penguatan...
Dirjen AHU: Penguatan Beneficial Ownership Kunci Mencegah Pelaku Pencucian Uang
BRIN Luncurkan 2 Skema...
BRIN Luncurkan 2 Skema Pendanaan Riset, Apa Saja? Cek Yuk!
Rekomendasi
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved