Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Minggu, 21 Juni 2026 - 12:25 WIB
loading...
PT Tamaris Hidro menargetkan penghimpunan dana melalui Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Tamaris Hidro menargetkan penghimpunan dana hingga Rp1 triliun melalui Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026 untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) nasional. Penerbitan sukuk tersebut menjadi bagian dari strategi pendanaan jangka panjang perseroan di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih di Indonesia.
“Penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tamaris Hydro Tahap I Tahun 2026 merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PT Tamaris Hidro untuk mendukung percepatan transisi energi Indonesia. Melalui instrumen syariah ini, kami menghadirkan alternatif investasi yang kompetitif sekaligus memberikan kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi langsung dalam pembangunan infrastruktur energi bersih yang berkelanjutan,” kata Presiden Direktur PT Tamaris Hidro M. Syahrial dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Baca Juga: BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tamaris Hidro Tahap I Tahun 2026 memperoleh peringkat idAA(sy)(sf) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut didukung fasilitas pembiayaan atau credit enhancement facility dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan nilai standby maksimal Rp450 miliar.
Instrumen syariah itu terdiri atas Seri A dengan tenor lima tahun dan Seri B dengan tenor tujuh tahun, sementara pembayaran imbalan ijarah dilakukan setiap tiga bulan. Objek ijarah berupa hak manfaat atas kapasitas listrik pembangkit milik perseroan sebesar 1,83 miliar kWh yang menghasilkan pendapatan berulang dari kontrak jual beli listrik jangka panjang dengan PT PLN (Persero).
Perseroan menyatakan dana hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk refinancing sebagian pinjaman sindikasi perbankan pada pembangkit yang telah beroperasi secara komersial. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya pendanaan sekaligus memperkuat posisi keuangan perusahaan.
Pada tahun buku 2025, Tamaris Hidro membukukan pendapatan sebesar Rp563,7 miliar dengan EBITDA mencapai Rp389,2 miliar. Perseroan juga mencatat total aset Rp5,18 triliun dan total ekuitas Rp2,53 triliun, serta pertumbuhan rata-rata tahunan pendapatan sebesar 23,87 persen sejak 2014.
Baca Juga: Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Sepanjang 2025, perseroan telah melunasi Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 Seri A senilai Rp200 miliar menggunakan kas internal perusahaan. Tamaris Hidro juga mengakuisisi PLTA Batu Gajah dengan kapasitas kontrak jual beli listrik sebesar 16 megawatt guna memperkuat portofolio aset produktif.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan, Tamaris Hidro mengklaim telah berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon nasional sebesar sekitar 551.550 ton CO2-equivalent pada 2025. Hingga akhir tahun lalu, perseroan juga telah menanam lebih dari 417 ribu pohon dan menjalankan berbagai program konservasi lingkungan untuk mendukung keberlanjutan daerah aliran sungai dan ketahanan sumber daya air.
“Penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tamaris Hydro Tahap I Tahun 2026 merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PT Tamaris Hidro untuk mendukung percepatan transisi energi Indonesia. Melalui instrumen syariah ini, kami menghadirkan alternatif investasi yang kompetitif sekaligus memberikan kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi langsung dalam pembangunan infrastruktur energi bersih yang berkelanjutan,” kata Presiden Direktur PT Tamaris Hidro M. Syahrial dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Baca Juga: BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tamaris Hidro Tahap I Tahun 2026 memperoleh peringkat idAA(sy)(sf) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut didukung fasilitas pembiayaan atau credit enhancement facility dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan nilai standby maksimal Rp450 miliar.
Instrumen syariah itu terdiri atas Seri A dengan tenor lima tahun dan Seri B dengan tenor tujuh tahun, sementara pembayaran imbalan ijarah dilakukan setiap tiga bulan. Objek ijarah berupa hak manfaat atas kapasitas listrik pembangkit milik perseroan sebesar 1,83 miliar kWh yang menghasilkan pendapatan berulang dari kontrak jual beli listrik jangka panjang dengan PT PLN (Persero).
Perseroan menyatakan dana hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk refinancing sebagian pinjaman sindikasi perbankan pada pembangkit yang telah beroperasi secara komersial. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya pendanaan sekaligus memperkuat posisi keuangan perusahaan.
Pada tahun buku 2025, Tamaris Hidro membukukan pendapatan sebesar Rp563,7 miliar dengan EBITDA mencapai Rp389,2 miliar. Perseroan juga mencatat total aset Rp5,18 triliun dan total ekuitas Rp2,53 triliun, serta pertumbuhan rata-rata tahunan pendapatan sebesar 23,87 persen sejak 2014.
Baca Juga: Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Sepanjang 2025, perseroan telah melunasi Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 Seri A senilai Rp200 miliar menggunakan kas internal perusahaan. Tamaris Hidro juga mengakuisisi PLTA Batu Gajah dengan kapasitas kontrak jual beli listrik sebesar 16 megawatt guna memperkuat portofolio aset produktif.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan, Tamaris Hidro mengklaim telah berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon nasional sebesar sekitar 551.550 ton CO2-equivalent pada 2025. Hingga akhir tahun lalu, perseroan juga telah menanam lebih dari 417 ribu pohon dan menjalankan berbagai program konservasi lingkungan untuk mendukung keberlanjutan daerah aliran sungai dan ketahanan sumber daya air.
(nng)
Lihat Juga :